Soal Penamaan Perumahan dan Hotel, DKKG Minta Dibuatkan Perda-Perbup

garutexpress.id- Tetkait penamaan Perumahan dan Hotel, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), H Irwan Hendrasyah SE meminta Bupati Garut, Rudy Gunawan membuat Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).

DKKG berharap setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Garut bisa lebih menghormati budaya yang sudah ada. Penamaan nama kompleks atau kawasan perumahan harus sesuai dengan nama daerahnya.

“Kalau perumahan atau komplek itu ada di Kecamatan Karangpawitan, maka nama perumahannya harus menggunakan nama itu. Contohnya, Karangpawitan Residence,” ujar pria yang akrab disapa Ji One ini, Kamis (17/10/2019).

Diungkapkannya, penamaan yang menggunakan nama daerahnya juga bisa lebih memperkuat jatidiri setiap daerahnya. Karena tentunya, nama itu tidak serta merta ada, melainkan berdasarkan sejarah dari para pendahulu.

“Saat ini, kita sebagai masyarakat tidak susah payah menyantumkan alamat, tempat lahir dan lainnya. Sementara, para pendahulu kita menyusun nama itu berdasarkan musyawarah, history (sejarah) lokal, perjuangan dan ada juga sebagai wujud kecintaan pada sesuatu yang sakral,” katanya.

Diharapkannya, Pemkab Garut dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut bisa membuat regulasi terkait penamaan nama perumahan atau komplek serta perhotelan.

“Jangan sampai nama daerah di Kabupaten Garut malah berubah dengan sendirinya gara-gara ada hotel, perumahan atau perusahaan lainnya yang menggunakan nama asing. Maka dari itu, saya tegaskan kepada semua elemen di Kabupaten Garut untuk bersama-sama menjaga budaya lokal Garut dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila semua elemen memahami apa arti budaya, maka dirinya meyakini masyarakat tidak akan pernah melupakan sejarahnya. Budaya dan sejarah bangsa di Indonesia lahir dari perjuangan, kekuatan iman, karakter jiwa kesatria, rasa cinta kasih antar sesama dan etika tata krama yang berbudi luhur.

“Budaya yang sejati adalah budaya yang mampu meyakini adanya Tuhan yang esa. Saya sebagai umat muslim meyakini adanya Allah SWT sebagai maha pencipta. Begitupun dengan penganut agama lainnya, meyakini kebesaran tuhan. Dan saya yakin, nama-nama daerah di Indonesia yang ada saat ini lahir dari sebuah keimanan dan ketakwaan yang dibarengi dengan sebuah perjuangan besar para pejuang terdahulu,” ungkap.

Dengan demikian, menghormati nama daerah yang sudah ada adalah bagian dari budaya. Jangan sampai nama suatu daerah hilang oleh sesuatu yang tanpa makna perjuangan dan tujuan luas. “Untuk itu, saya akan terus berjuang kepada Pemkab Garut agar semua perusahaan yang datang ke Garut untuk mencantumkan nama daerah pada nama perusahaannya,” paparnya.

Ji One juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Budaya Tatar Sunda yang ada di Kabupaten Garut, dengan mulai mencintai nilai-nilai tradisi adat istiadat yang positif agar mampu menjadikan Garut sebagai daerah yang berbudaya, dengan jatidiri yang berbudi pekerti luhur menuju Garut gemah ripah loh jinawi toto tengtrem kerto raharjo. (*)

Penulis : Tim GE
Editor : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here