Pelayanan Dinilai Buruk, GMNI Geruduk Kantor Disdukcapil Garut

garutexpress.id- Belakangan pelayanan dan kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Garut disorot berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai pelayanan di Dinas tersebut kerap membuat masyarakat dipusingkan.

Salah satu pelayanan yang membuat warga kesal di antaranya terkait lanko e-KTP yang hingga saat ini selalu kosong. Para petugas layanan pun kerap membuat kecewa warga, alasannya jaringan sedang off line dan lain-lain.

Menyikapi kondisi pelayanan di Disdukcapi Garut, para aktivis dari Gerakana Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut menyambangi Kantor Disdukcapil Garut untuk meggerlar aksi unjuk rasa, Jumat (24/ 10/ 2019).

“Beberapa persoalan di Diskucapil Garut dalam pelayanan administratif kependudukan tidak mencerminkan adanya pelayanan yang baik. Mulai dari tingkat Kecamatan bahkan Diskucapil tidak menunjukan kejujuran, tanggap, cepet, tepat, akurat,berhasil guna dan santun. Malah bisa disimpulkan bobroknya dalam pelayanan. Makanya tidak heran, setiap hari senin-jumat Diskucapil seperti pasar swalayan yang ramai. Hal ini diindikasikan manajerial pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sangatlah bobrok !” ungkap Heri Purnama, salah seorang aktivis GMNI sekaligus koordinator aksi.

Dalam aksi tersebut, GMNI menuntut Diskucapil  agar mermudah dan mempecepet pembuatan dokumen administrasi kependudukan, semisal e-KTP, KK, Akte kelahiran dan yang lainnya. Disamping itu, GMNI juga menuntut aparat untu menindak tegas praktik pungli di Disdukcapil hingga ke tingkat kecamatn

“Tindak tegas oknum yang melakukan praktik pungli di Diskucapil hingga ke tingkat kecamatan!” ujarnya.

Sementara itu Sekretrias Disdukcapil Garut, Tedi Sutandi K, M.Pd., mengakui jika belakangan ini pelayanan untuk pembuatan E-KTP agak tersendat, karena memang blankonya tidak tersedia.

“ Memang, akhir-akhir ini pencetakan e-KTP tersendat, karena blanko habis.  Diskucapil Garut hanya medapat jatah 500 keping per bulan. Makanya pencetakan e-KTP hanya bisa dilakukan di Disdukcapil saja itu pun bagi yang sudah mendapatkan nomor antrian.  Kami juga sudah ajukan ke Ditjen ternyata di pusat juga sama kosong ,” katanya. (*)

Penulis :  Zenal

Editor   :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here