Mak Emay, Janda Renta di Malangbong Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

garutexpress.id- Tubuhnya tampak sudah rapuh, namun semangatnya untuk mencari sesuap nasi halal tetap membara. Untuk mempertahankan hidupnya, Ia harus tertaih bekerja serabutan sebagai buruh tani. Itulah sekilas potret Maya (70) janda yang kini hidup sebatang kara di sebuah gubuk teramat sederhana di Kampung Cipeundeuy, RT/RW : 01/04, Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

“Ya, saat ini emak tinggal sendiri saja di gubuk ini, suami emak sudah meninggal beberapa tahun lalu. Anak emak satu-satunya sekarang tinggal jauh. Alhamdulillah, kalo untuk makan mah kadang-kadang ada kalau Emak kerja kuli jadi buruh tani. Kadang dapat Rp 20 ribu samapi Rp 30 ribu sehari,” tuturnya, lirih, saat dtemui garutexpress.id, Kamis (24/10/2019).

Mak Emay, demikian sapaan arkab Maya, memang sangat ironis, di tengah berbagai program bantuan pemerintah untuk warga tak mampu. Justeru Mak Emay hingga saat ini, mengaku sama sekali tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah itu.

“Ah, gak tahu emak mah, kalau orang-orang mah banyak yang ngomong untuk orang seperti emak suka ada bantuan dari pemerintah. Katanya ada bantuan beras, sembako bahkan bantuan untuk membangun rumah. Tapi emak gak dapat sama sekali sampai saat ini,” tuturnya.

Menanggapi kondisi Mak Emay yang seharusnya layak mendapat bantuan, ketua RT 01, Hj. Ayi Suminar mengatakan, selama ini permohonan bantuan untuk Mak Emay sebenarnya sudah diajukan ke pihak pihak terkait. Namun, entah bagaiamana bantuan itu tak kunjung datang.

“Kalau pengajuan bantuan untuk Mak Emay mah udah beberapa kali disampaikan ke pihak pihak terkait. Namun sampai saat ini belum ada yang datang. Kita sebenarnya terus berupaya untuk membantu Mak Emay. Ya, mudah-mudahan atuh kalau sudah disampaikan melalui media mah ada perhatian dari pihak pihak berwenang,” katanya.

Hal senada disampaikan ketua RW 04, Tatang Suryana, menurutnya upaya untuk membantu pemerintah terus dilakukan. Namun, memang belum maksimal karena memang ada keterbatasan tersendiri. Terlebih untuk membantu merenovasi tempat tinggalnya.

“Sebenarnya upaya untuk membantu Mak Emay itu terus kita lakukan. Misalnya untuk membantu rehab sederhana rumahnya mungkin bisa. Namun kan untuk penyediaan tanahnya kan agak berat. Nah, kita tentu berharap untuk kondisi tempat tinggal Mak Emay ini, ya dari mana lagi kalau bukan dari pemerintah,” ungkapnya. (*)

Penulis : Ags’s

Editor   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here