Kuota CPNS Tahun 2019 untuk Pemkab Garut Capai 800 Orang Lebih

garutexpress.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut  mendapat kuota penerimaan CPNS tahun 2019 sebanyak 838 orang. Hal ini diketahui dari surat bernomor B/1069/M.SM.01.00/2019 tertanggal 28 oktober 2019 yang bisa diakses di situs resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/10/2019) membenarkan surat dari Kemenpan-RB yang menetapkan kuota CPNS untuk kementerian dan pemerintah daerah tersebut. Namun, menurutnya pihaknya belum bisa memastikan surat tersebut karena belum menerimanya.

“Sampai saat ini kita belum menerima surat resminya dari Kemenpan ke bupati, makanya saya juga belum berani memastikan, tapi memang surat itu bisa diakses di website Kemenpan,” katanya.

Menurut Didit, pihaknya baru bisa memastikan jumlah kuota CPNS untuk Garut setelah pihaknya menerima surat penetapan resmi dari Kemenpan-RB kepada Bupati Garut. Jika surat resmi tersebut telah diterima, pihaknya pun akan melakukan persiapan-persiapan yang perlu dilakukan Pemkab Garut untuk pelaksanaan seleksi CPNS.

Didit memaparkan, jika melihat kuota CPNS yang ditetapkan untuk Pemkab Garut dalam surat tersebut, sebenarnya melebihi ajuan yang dibuat oleh Pemkab Garut. Karena, Pemkab Garut sendiri mengajukan kuota sebanyak 238 orang yang semuanya adalah untuk tenaga administrasi dan tenaga teknik.

“Yang kuota 838 itu, semuanya untuk tenaga guru, kesehatan dan penyuluh, tidak ada tenaga administrasi dan teknik,” katanya.

Menurut Didit, Pemkab Garut memang tidak mengajukan untuk tenaga pendidik karena sebelumnya sudah ada seleksi tenaga pendidik, kesehatan dan penyuluh dari jalur honorer untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dimana ada 1244 honorer yang dinyatakan nilainya diatas passing grade yang ditetapkan.

Makanya, menurut Didit Pemkab Garut akan menunggu hasil verifikasi oleh pemerintah pusat terkait penetapan kuota CPNS ini. Apakah, kuota yang ditetapkan tidak akan tumpang tindih dengan tenaga honorer yang telah lulus seleksi.

“Kita tunggu verifikasi dari pusat, agar nanti setelah keluar formasinya (CPNS), tidak tumpang tindih dengan tenaga honorer yang sudah lulus seleksi PPPK,” katanya.

Didit mengakui, meski kuota CPNS untuk Kabupaten Garut telah ditetapkan sebanyak 838 orang sebagaimana surat dari Kemenpan-RB. Namun, untuk formasi CPNS sampai saat ini masih belum ditetapkan. Penetapan formasi ini, biasanya melalui proses verifikasi oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat bisa melihat datanya dari sistem e-formasi yang sudah kita input, jadi mereka bisa melihat kebutuhan formasinya dari sistem itu, nanti kita verifikasi lagi agar tidak tabrakan dengan honorer yang lulus PPPK,” katanya.

Sementara soal pengajuan tenaga honorer menjadi PPPK dimana sudah ada 1244 honorer yang dinyatakan lolos passing grade, Didit mengakui sampai saat ini belum ada kepastian soal pengangkatannya. Namun, Pemkab Garut telah mengajukan secara bertahap untuk pengangkatan PPPK tersebut.

“Tahap pertama kita sudah ajukan sebanyak 300 lebih, tahap kedua sebanyak 257, totalnya nanti ada 557 ditambah dengan ajuan CPNS sebanyak 238, ini sesuai dengan angka (pegawai) BUP (Batas usia Pensiun) di tahun 2019 sebanyak 795 pegawai,” katanya.

Dengan begitu, menurut Didit kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Garut pada tahun 2019 karena pensiun (BUP), bisa terpenuhi lewat pengangkatan PPPK dan penerimaan CPNS umum. Namun, untuk penerimaan CPNS tahun ini sebanyak 838 orang, ternyata kuotanya melebihi dari ajuan yang dibuat Pemkab Garut sebanyak 238 orang. (*)

Penulis : Rie

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here