IIKS-Dharmawanita SMA Sebagai Organisasi Pendamping MKKS

garutexpress.id- Kepala Cadin XI Disdik Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono menyampaikan arahan pembinaan dalam sambutannya di acara pertemuan rutin bulanan MKKS, yang degelar di Aula SMA SST. Aisyah Kadungora, Kamis (31/10/2019).

“KCD XI sangat mengapresiasi dedikasi, loyalitas dan prestasi MKKS di bawah kepemimpinan H. Cecep R. Rusdaya. Saya pernah bertugas di beberapa kabupaten dan kota. Namun baru di Garut menemukan sinergitas para kepala sekolah yang kondusif seperti ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, betapa hebat isteri isteri kepsek SMA di Garut ini. Disamping berhimpun dalam Dharmawanita bagi isteri isteri ASN/PNS, ibu ibu ini berhimpun pula dalam Ikatan Isteri Kepala Sekolah baik ASN ataupun bukan.

“Saya menghaturkan terima kasih atas aktivitas, kreativitas IIKS maupun Dharmawanita SMA yang begitu hidup di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Susi Srimulyati. Saya menilai, ibu-bu isteri kepsek SMA Garut ini telah mengimplementasikan sunah selaku isteri yang solehah sebagaimana tuntunan Rosul. Di rumah melayani suami deagan khidmat dan di dalam kedinasan pun mendampingi suami dengan tulus ikhlas. Isteri yang tulus ikhlas menyediakan makan minum suaminya saja sudah jadi pahala besar untuk modal masuk surga. Isteri yang shalehah itulah yang membukakan pintu surga bagi suaminya,” katanya.

Sementara itu, Hj. Susi Srimulyati yang ditemui setelah menyerahkan jabatan Ketua IIKS dan Dharma wanita SMA kepada penerusnya, Hj. Heni Margono, menjelaskan, selama kepemimpinan dirinya cukup dengan mengajak para isteri kepsek seperti kepada adik-adiknya.

“Saya tidak pernah menasehati apalagi berdakwah. Mereka begitu santun mengikuti ajakan saya untuk selalu ambil bagian, partisipasi aktif secara konstruktif dalam berbagai kegiatan yang menunjang profesi para suaminya. Jika MKKS menyelenggarakan suatu event, maka IIKS akan menunjang dengan kegiatan yang sinergis,” tutur Hj Susi.

Ditambahkannya, IIKS disamping ada pertemuan rutin bulanan,  juga sering menyelenggarakan kegiatan kerohanian, kesenian dan keterampilan dengan mendatangkan berbagai narasumber.

“Bahkan, 3 kali kami diundang menghadiri acara ceramah keagamaan di TV. Bahkan IIKS punya program memberikan bansos kepada penghuni panti jompo.  Berkunjung  dam memberikan santunan kepada keluarga Kepsek dan siswa yang mendapat musibah, itulah wujud nyata ukhuwah islamiah.

Ketika ditanya siapa penerusnya sebagai  Ketua IIKS, Hj. Susi Srimulyati menjelaskan, tidak ada ketentuan bahwa Ketua IIKS itu harus isterinya Ketua MKKS.

“Para pendahulu sayapun menjadi ketua karena terpilih,  bukan karena isterinya Ketua MKKS. Kebetulan saja ketika H. Cecep R, suami saya menjadi Ketua MKKS sejak 2016, sayapun terpilih menjadi ketua,” pungkasnya.

Sementara itu, H. Cecep R. Rusdaya disaat acara ramah tamah menjelaskan, bahwa Dharma Wanita adalah sebuah organisasi yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dharma Wanita ditetapkan pada tanggal 7 Desember 1999 pada sebuah rapat nasional.

“Tujuan utama dari pendirian Dharma Wanita adalah meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional,” katanyanya.

Menurutnya, sebagai organisasi yang diusung untuk tujuan bersama, Dharma Wanita memiliki tugas pokok yaitu “Membina anggota, memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial dan melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian serta berbudi pekerti luhur.”

Ditambahkannya, anggota organisasi Dharma Wanita adalah semua istri PNS di Indonesia yang meliputi istri PNS, istri pejabat negara bidang pemerintahan, istri pensiunan dan janda PNS, istri pegawai BUMN atau BUMD, istri pensiunan atau janda pegawai BUMN atau BUMD, istri kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, istri perangkat pemerintah desa, istri TNI, istri POLRI, dan pensiunan PNS wanita.

“Sebagai organisasi yang diusung untuk tujuan bersama, Dharma Wanita memiliki tugas pokok yaitu “Membina anggota, memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial dan melakukan pembinaan mental. Mengingat tidak semua Kepala Sekolah PNS/ASN, maka MKKS SMA Kabupaten Garut memandang perlu adanya wadah solidaritas isteri isteri para kepala Sekolah yang disebut IIKS,” bebernya.

Ditegaskannya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi yang dibentuk dengan tujuan dan sasaran yang baik, benar-benar dapat mewujudkan peran, tugas dan pengabdiannya, sehingga dapat membawa manfaat yang nyata bagi anggotanya maupun bagi masyarakat bahkan bagi bangsa dan negara. (*)

Penulis : Zenal

Editor   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here