Gunakan Aplikasi, Cara Pelajar SMAN 16 Garut Pilih Ketua OSIS

garutexpress.id- Belasan siswa SMAN 16 Garut berkumpul di tengah lapangan halaman sekolah mereka. Selasa itu merupakan hari pemilihan ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Para siswa-siswi datang bergiliran per kelas, sesuai panggilan panggilan panitia pemilihan.

Republika berkesempatan mengikuti pemilihan para calon ketua OSIS di sekolah yang terletak di Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut itu. Para siswa yang telah berada di kursi tunggu dipanggil satu per satu ke meja registrasi panitia. Di meja itu, siswa diberi token. Setelah memagang nomor yang tertulis dalam selembar karcis itu, para siswa lansung menuju bilik suara.

Di bilik suara, beberapa siswa ada yang masih bingung. Panitia yang siaga pun memandu siswa untuk memasukan nomor token ke dalam aplikasi yang telah tersedia. Setelah itu, tiga foto para calon ketua OSIS muncul. Siswa tinggal menekan salah satu foto yang tersedia sesuai dengan pilihannya.

Setelah menyalurkan suara, siswa beranjak ke meja di dekat panggung. Di sana, jari mereka ditandai dengan tinta sebagai tanda telah memilih. Terakhir, para siswa bersalaman dengan para calon ketua OSIS yang berada di atas panggung.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 16 Gagut, Gugie Akbar mengatakan, pemilihan ketua OSIS di sekolahnya telah dilakukan secara daring sejak bebera tahun terakhir. Saat ini merupakan yang ketiga kalinya pemilihan dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan ekstrakulikuler (ekskul) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TK) di sekolah itu.

Awalnya dirinya yang menjabat sebagai pembina OSIS ingin pemilihan organisasi itu lebih praktis. Pasalnya, pemilihan secara manual membutuhkan banyak biaya.

“Kita minta ekskul TIK mengembangkan aplikasi. Jadi pembimbing TIK yang mengenbangkan dengan siswa-siswa yang ikut ekskul itu,” kata dia kepada Republika, Selasa (22/10).

Menurut dia, selama aplikasi itu digunakan, pemilihan ketua OSIS lebih berjalan efektif. Tak banyak kendala yang dihadapai. Apalagi jaringan internet di sekolah itu sudah lumayan baik untuk jalannya aplikasi.

Bagi sekolah, adanya aplikasi bernama PemilOS16 itu membuat pengeluaran biaya pemilihan ketua OSIS lebih kecil. Pasalnya, sekolah tak perlu lagi membeli kertas dan mencetak untuk pencoblosan.

Sementara itu, antusias para siswa untuk menyalurkan hak suaranya pun dinilai tinggi. “Alhamdulillah selama ini berjalan lancar,” ujar dia.

Ia mengklaim, sekolahnya merupakan yang pertama menerapkan sistem itu di Kabupaten Garut. Bahkan, aplikasi tersebut juga dikembangkan di sekolah lainnya.

“Aplikasi ini juga sudah banyak sekolah yang kerja sama dengan pembina TIK kita,” kata dia.

Ketua Pelaksana Pemilihan OSIS SMAN 16 Garut, Alvin Muhammad Bilal mengatakan, adanya aplikasi itu membuat proses pemilihan lebih mudah. Pasalnya, para siswa bisa mengunduh aplikasi tersebut di PlayStore secara bebas.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pemilihan siswa diberikan token yang telah disesuaikan nomor induk siswa masing-masing. Ketika di dalam bilik suara, siswa yang akan memilih tinggal memasukkan nomor token ke dalam aplikasi, lalu akan muncul pilihan para calon ketua OSIS. “Tinggal sentuh foto calon,” kata siswa kelas XI itu.

Ia menambahkan, panitia juga sudah melakukan sosialisasi kepada para siswa terkait tata cara pemilihan. Para calon juga diberikan ruang untuk melakukan debat terbuka, untuk meyakinkan para pemilihnya.

Menurut dia, kendala utama dalam pemilihan menggunakan aplikasi adalah masih banyaknya siswa yang belum memiliki telepon pintar atau jika ada tak punya kuota internet. Namun, masalah itu telah diantisipasi. Panitia telah menyediakan telepon pintar untuk digunakan di masing-masing bilik suara yang sudah terhubung dengan sambungan internet sekolah.

Sementara potensi kecurangan dari sistem daring juga sangat kecil. Pasalnya, panitia juga secara langsung memantau perolehan suara sementara di ruangan yang terpisah. Jika ada suara yang mendadak naik secara drastis, kata dia, bisa disinyalir hal itu sebagai potensi kecurangan.

Salah satu siswi, Hilma Mutia (17) menilai, pemilihan menggunakan aplikasi merupakan terobosan yang hebat. Apalagi untuk skala anak sekolah.

Ia menambahkan, pemilihan secara daring juga dapat menghindari potensi kecurangan. “Kalau manual bisa pilih dua sekaligis. Kalau online sekali tekan langsung keluar calon yang dipilihnya. Selain itu, siswa bisa lebih mengenal IT,” kata dia.

Meski begitu, ia sempat terkendala karena token miliknya tak sesuai dengan nomor induk siswa. Alhasil, ia tak bisa masuk untuk memilih calon. Namun, hal itu dapat diatasi dengan cepat.

Namun, jika harus memilih, ia lebih mending menyalurkan suara melalui apikasi daripada manual. “Tapi ya ke depan harus dikembangkan lagu. Juga sosialisasi ke anak-anak agar lebih maksimal,” ujar siswi kelas XII itu.

Gugie mengakui, masih ada kendala di lapangan. Keluhan para siswa itu tentu akan menjadi masukkan untuk perbaikan aplikasi ke depannya. Namun, menurut dia, dengan penerapan pemilihan ketua OSIS menggunakan aplikasi, para siswa perlahan akan mengerti dengan teknologi yang saat ini terus berkembang.

“Ini juga sekaligus menyiapkan siswa kita di era teknologi. Karena semua orang saat ini dituntut paham teknologi,” kata dia.

Ia juga berharap, kegiatan di SMAN 16 Garut ini bisa menginspirasi untuk masyarakat luas. Artinya, aplikasi semacam ini mungkin ke depan tak hanya untuk digunakan di sekolah, melainkan juga dapat diterapkan di kehidupan masyarakat umum. Untuk pemilihan ketua rukun tetangga (RT) atau kepala desa, misalnya. Menurut dia, sekolahnya tak akan menutup kemungkinan untuk mengembangkan aplikasi tersebut di lingkungan masyarakat. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here