Galian C Pasir Bulangur Ditutup Warga, “Paralel” Berjaga-jaga di Lokasi

garutexpress.id- Baru-baru ini warga di sekitar Leles akhirnya menutup galian C milik CV. Cahaya Priangan. Meski telah ditutup, sejumlah masyarakat Kecamatan Leles, Kabupaten Garut yang tergabung dalam Paguyuban Rakyat Leles (Paralel) tetap berjaga-jaga di lokasi, Selasa (22/10/2019).

Ketua Paralel, Nandang Darajat, mengatakan, hal tersebut berkaca pada empat tahun silam yang gencar memprotesnya. Namun, pihak perusahaan tetap menjalankan aktivitasnya.

“Sudah jelas ditolak masyarakat. Izinnya yang kemarin saja cacat hukum. Mereka dapat izin dari hasil kebohongan dokumen,” ujar Nandang.

Nandang menyebut, warga sekitar lokasi menandatangani dokumen untuk penataan wisata alam, bukan buat galian C.

“Kenapa sejumlah warga rela melepaskan lahannya, karena pihak perusahaan menyebut akan dijadikan areal wisata,” tandasnya.

Dikatakannya, penutupan aktivitas Galian C melibatkan sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Garut yang disaksikan unsur Forkopimcam Leles dan masyarakat.

“Bukit Bulangur memiliki luas 71 Ha. Kini, 30 Hektare di kawasan itu rusak parah. Semua pohon sebagai tahanan tanahnya sudah habis dibabat. Kita tidak ingin,  41 Hekatre lahan bernasib sama. Untuk itu, ajuan perpanjangan izinnya harus ditolak pemerintah,“ katanya.

Menurutnya, dampak dari aktivitas galian tersebut, pada musim penghujan kemarin, banjir hebat melanda wilayah Leles. Pemukiman warga di sejumlah kampung jadi korban. Belum lagi air bah bercampur lumpur  tumpah ke badan Jalan Raya setinggi pinggang orang dewasa.

Sekretaris Paralel, Agus, menyebut, aktivitas galian C  di Bukit Bulangur  membuat lingkungan alam Leles semakin parah.

“Jika pemerintah bermain-main, terlebih menerbitkan  perpanjangan izinnya, kami bakal melakukan Class Action. Bagaimanapun, Pemda Garut harus bertanggung jawab atas kondisi Leles saat ini,“ tandasnya.

Agus mengatakan, Bupati harusnya tidak cukup hanya dengan mengakui telah lalai dalam pengawasan Amdal PT Changshin Reksa Jaya-Leles, dan juga atas keberadaan CV. Cahaya Priangan. Namun harus bertanggung jawab.

“Apalagi CV. Cahaya Priangan diakui Pak Bupati tidak tercatat  dalam 12 perusahaan di Garut yang  sudah mengantongi izin resmi. Berarti itu perusahaan siluman sakti yang membuat wilayah alam Leles kritis,“ ungkapnya. (*)

Penulis : Tim GE

Editor  : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here