TKSK Kadungora Jadi Inisiator Pelatihan Terapi Kaum Disabilitas

garutexpress.id- Menurut catatan Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kedisabilitasan (FKKADK) Kabupaten Garut, jumlah keluarga miskin atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Garut saat ini terbilang tinggi.

Di sisi lain kemampuan pemerintah untuk mensukseskan penyaluran bantuan terhadap mereka sangat terbatas. Untuk menanggulanginya diperlukan peranan pihak lain, salah satunya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Demikian diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kedisabilitasan (FKKADK) Kabupaten Garut, Tijan Alsabani dalam acara peringatan hari jadi TKSK ke 10. Acara yang digagasnya tersebut berlangsung di aula kantor Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Kamis (19/9/2019).

“Keberadaan TKSK sangat penting, mengingat peranannya yang sangat besar dalam menyukseskan penyaluran bantuan dari pemerintah kepada PMKS di tiap kecamatan. Keberadaan TKSK juga dapat menjadi kunci untuk mensejahterakan masyarakat di kecamatan,” ungkap Tijan.

Tijan mengaku bangga dengan inisiatif TKSK Kadungora yang telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan dasar terapi anak dengan disabilitas. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama dengan FKKADK ini dinilainya sangat positif dan banyak memberikan manfaat bagi orang tua anak penderita disabilitas.

“Sangat senang, karena bisa berbagi ilmu untuk orang tua yang mempunyai anak disabilitas. Bahkan sejak berdiri, FKKADK sudah melakukan kegiatan seperti ini di beberapa kecamatan di wilayah Garut,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah untuk kegiatan FKKADK. Namun hal itu tidak pernah mengendurkan tekad FKKADK untuk terus memberikan ilmu terapi dan berbagi denga para orang tua dari anak penderita disabilitas.

Sementara, petugas TKSK Kadugora, Ninik Agustini menjelaskan tujuan diselengggarakan kegiatan ini selain menyambut HUT TKSK di tingkat kecamatan juga diharapkan bisa membantu para orang tua yang mempunyai anak disabilitas agar tidak lagi minder. Para orang tua menurutnya justeru harus lebih dekat dan lebih sayang dengan anak penderita disabilitas.

“Saat ini masih banyak orang tua yang merasa minder karena anaknya menderita disabilitas. Padahal seharusnya anak harus mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang lebih baik sehingga bisa mendorong anak untuk sembuh dan bisa mandiri,” ujar Ninik.

Dalam acara ini, orang tua anak disabilitas selain mendapat materi dari nara sumber yang didatangkan dari FKKADK Provinsi Jabar juga mendapat pelatihan bagaimana cara terapi anak yang disabilitas. Dengan demikian nantinya para orang tua diharapkan bisa melakukan terapi sendiri pada anaknya di rumah.

Ninik menyebut, cara ini dihadiri oleh Ketua FKKADK Jawa Barat, Nurhasanah, Ketua FKKADK Kabupaten Garut, Tijan Alsabani, serta 25 orang tua yang anaknya menderita disabilitas. Kepada para peserta, panitia sama sekali tidak memungut biaya apapun bahkan semua peserta mendapatkan mainan dan sekedar uang tranport dari panitia.

Dijelaskannya, TKSK adalah seseorang yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh Kementerian Sosial, dinas sosial daerah provinsi, dan/atau dinas sosial daerah kabupaten/kota untuk membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai lingkup wilayah penugasan di kecamatan.

“TKSK diatur dengan Peraturan Menteri Sosial tentang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Nomor 28 tahun 2018,” tandasnya.

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan, Warti (69) mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Melalui kegiatan ini diakuinya dirinya bisa mendapatkan ilmu sehingga bisa melakukan terapi kepada anaknya yang menderita epilepsi.

“Alhamdulillah, banyak manfaatnya termasuk ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Saya punya anak yang menderita epilepsi dan selama ini saya selalu kebingungan setiap kali penyakit anak saya itu kambuh karena tak tahu harus berbuat apa,” ucap Warti.

Setelah mengikuti kegiatan ini tambahnya, ia kini tahu apa saja yang harus dilakukan kalau suatu saat anaknya kejang-kejang. Tak hanya itu, kini dirinya juga sudah mendapatkan ilmu cara terapi untuk anaknya yang bisa dilakukan kapan saja. (*)

Penulis : Ahen

Editot   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here