Desakan Pemekaran Menguat, Ribuan Warga Garsel Berkumpul di Lapangan Kiarakohok

garutexpress.id- Puluhan ribu warga dari 16 kecamatan di selatan Garut berkumpul di lapangan Kiarakohok, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Ahad (15/09/2019).

Sekira 20 ribuan warga berkumpul usai mengikuti kegiatan jalan santai. Dalam kesempatan itu juga mereka sekaligus  untuk mendesak pemerintah pusat sehera menetapan kawasan Garut selatan (Garsel) menjadi daerah persiapan pemekaran.

Dalam kesempatan tersebut hadir para anggota legislatif yang berasal dari 16 kecamatan yang akan masuk dalam Kabupaten Garut Selatan. Baik dari DPRD Kabupaten Garut hingga Provinsi Jawa Barat.

Prof Nanat Natsir, tokoh masyarakat Garut Selatan kepada wartawan menyampaikan, pemekaran Garut Selatan harus dipercepat mengingat telah terjadi ketidakadilan secara nasional.

“Jabar penduduknya 41 juta, Jatim 39 juta, Jateng 35 juta, Jawa Barat hanya ada 27 kabupaten/kota, Jatim 38, Jateng 35. Nah ini kan tidak adil, harusnya Jabar itu tertinggi (jumlah kabupaten/kotanya,” jelas Mantan Rektor UIN Bandung tersebut, Ahad (15/9/2019).

Nanat yang mengaku berdarah asli Garut Selatan tepatnya dari Kecamatan Cikelet menegaskan, implikasi sederhana dari sedikitnya jumlah kabupaten/kota di Jawa Barat adalah, saat pembagian dana bantuan dari pemerintah pusat yang dihitung berdasarkan jumlah kabupaten kota, dipastikan Jawa Barat hanya mendapat sedikit.

“Jabar dirugikan, kareba lebih kecil dibanding Jatim dan Jateng, lebih-lebih jika dibandingkan dengan diluar Jawa yang penduduknha 800 ribu saja sudah jadi provinsi,” katanya.

Sementara itu, Dedi Kurniawan, Ketua Pelaksana acara Gebyar Masyarakat Garut Selatan dan semua pihak menegaskan, acara ini sengaja digelar untuk menunjukan dukungan masyarakat terhadap rencana pemekaran kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, pemekaran Garut Selatan  sesuai dengan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk kabupaten/kota baru di Jawa Barat dsri 27 hingga mencapai 39 kabupaten kota. Namun, untuk Garut prosesnya sudah dilaksanakan sejak 20 tahun lalu.

“29 September 2014, semuanya sudah selesai dan masuk dalam amanat presiden. Namun, terganjal kebijakan moratorium pemekaran daerah,” jelasnya.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman yang hadir dam acara tersebut menyampaikan, dirinya melihat ada antusias yang tinggi dari masyarakat menyambut pemekaran Garut Selatan. Ini menurutnya memunjukan adanya tekad yang cukup besar untuk jadi kabupaten baru.

“Pemkab Garut berupaya semaksimal mungkin memberi dukungan. Salah satunya adalah pada tahun 2020 mendatang pihaknya akan membangun Pendopo Garut Selatan  yang jadi simbol dari tekad yang kuat dari masyarakat untuk menjadi kabupaten baru.  2020 kita akan bangun pendopo yang jadi simbol kebulatan tekad masyarakat,” katanya. (*)

Penulis : Tim GE

Editor  : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here