Waspada! Marak Praktik Rentenir Berkedok Koperasi

garutexpress.id-  Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut, saat ini di Kabupaten Garut marak praktik rentenir yang berkedok koperasi. Untuk mengantisipasi jeratan rentenir ini,wabup meminta kperasi legal diperbanyak.

“Untuk mengantisipasi hal itu (rentenir) maka harus diperbanyak koperasinya. Baik di perkotaan maupun pelosok,” ujar Wabup, saat menghadiri peringatan HUT Koperasi ke 72, di gedung Pendopo Garut, Selasa (30/7/2019).

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan terus berkomitmen meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu upaya Pemkab Garut di antaranya dengan menggulirkan progrtam gerakan masyarakat koperasi. Disamping itu berbagai penyuluhan tyerkait koperasi pun terus dilakukan.

“Degan demikian diharapkan masyarakat sadar untuk masuk koperasi dan mengajak yang lainnya. Semangat koperasi harus teru s digelorakan, “ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Garut, Eko Yulianto mengajak masyakarat untuk tetap semangat mewujudkan Garut sebagai kota Koperasi. Untuk mewujudkan hal tersebut harus dilakukan langkah rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi.

Related Post

“Koperasi merupakan lembaga yang ‘berwatak’ sosial harus membawa manfaat kepada anggota dan masyarakat. Baik langsung ataupun tidak langsung, sehingga masyarakat bisa terbebas dari jeratan rentenir,” ujarnya.

Menurut Eko, saat ini di Kabupaten Garut jumlah koperasi ada 1500 unit.  Namun dari jumlah tersebut, yang aktif hanya sekitar 80 persen. “Dari koperasi yang aktif itu, yang melakukan RAT hanya sekitar 400-500 an unit koperasi,” tukasnya.

Sementara itu, disinggung maraknya rentenir di Garut, dengan tegas Eko menyebutnya hal tersebut harus dilawan dengan koperasi. “ Kita harus lawan, dengan menyadarkan masyarakat agar masuk koperasi. Kita juga tidak sembarangan memberikan izin koperasi berkedok rentenir,” tandasnya. (*)

Penulis : Alle

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.