Truk Terguling di Jalan Desa Situgede, 4 Buruh Kritis Tertimbun Batu Bata

KONDISI truk bermuatan batu bata merah, usai terguling di kawasan Kampung Bongkor, Desa Situgede, Kecamatan Karangpawitan Garut, Sabtu (31/8/2019).***

garutexpress.id- Sekira pukul  4.00. WIB pagi, sebuah truk bermuatan batu bata merah terguling di kawasan Kampung Bongkor, Desa Situgede, Kecamatan Karangpawitan Garut, Sabtu (31/8/2019). Akibat kecelakaan ini, sedikitnya 4 orang buruh angkut batu bata yang semuanya ibu ibu paruh baya menjadi korban.

Menurut Kepala Desa Situgede, Dedi Suryadi, keempat orang korban tersebut mengalami luka rata-rata patah tulang yang cukup serius. Pascakejadian, keempat korban langsung dilarikan ke RSU dr Slamet Garut untuk mendapatkan perawatan medis.

Empat orang ibu-ibu yang jadi korban tersebut di antaranya Yani (40), Icih (45), Hasanah (44) serta Nining (47). Semua korban diketahui warga Kampung Bongkor, Desa Situgede dari kalangan kurang mampu.

Kepala Desa Situgede, Dedi Suryadi (bertopi hitam) saat menengok korban truk terguling, di RSU dr Slamet Garut, Sabtu (31/8/2019)***

“Inilillahi, ini musibah. Ketiga korban semuanya ibu-ibu warga Kami (Situgede). Rata-rata korban mengalami patah tulang. Sebelumnya mereka ikut di atas truk yang mengangkut bata merah. Pas truk terguling keempat orang ibu-ibu ini tertimbun ribuan buah batu-bata merah yang tumpah,” ujar Kades Situgede, Sabtu (31/8/2019).

Pemicu kejadian diduga kuat akibat truk melintas jalan desa sempit yang diperparah tidak adanya Tembok Penahan Tanah (TPT). Sehingga ketika truk dengan beban berat tersebut melintas di tepi jalan tak tahan menahan beban dan akhirnya terguling.

“Diduga kuat, jalan sempit yang tidak ada TPT menjadi penyebab musibah tergulingnya truk pengangkut bata ini. Mungkin ketika truk melindas pinggir jalan yang tidak ada TPT tak kuat menahan beban, akhirnya terguling,” ungkap Kades Situgede.

Menurut catatan Pemerintah Desa Situgede, memang jalan desa ini kondisinya memprihatinkan. Selain sempit, tidak adanya TPT menjadikan jalan ini rawan kecelakaan. Bahkan, kejadian tergulingnya mobil ini kerap terjadi, namun pada hari ini tergulingnya truk menjadi yang terparah karena memakan korban.

“Sebenarnya telah beberapa kali terjadi mobil yang terguling di jalan Desa Situgde. Namun, kali ini terbilang paling parah karena memakan korban. Saya kira kondisi jalan yang sempit dan rusak berat ditambah tidak adanya TPT menjadikan jalan ini rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jalan Desa Situgede dengan lebar 3 meteran dan panjang kurang lebih 13 kilo meter ini merupakan jalan desa terpanjang se Kecamtan Karangpawitan. Dengan kondisi jalan yang rusak parah plus infrastrukturnya yang tidak layak, jalan ini menjadi rawan kecelakaan.

Dedi menambahkan, untuk membangun jalan desa sepanjang itu tentunya memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Dengan mengandalkan dana desa (DD) saja tidak cukup, sehingga perthatian dari pemerintah sangat diperlukan.

“Untuk membangun jalan Desa Situgede yang cukup panjang ini tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran dari dana desa. Karena memang, dari dana desa yang masuk ke Situgede apabila diakumulasi selama 6 tahun anggaran pun tidak akan cukup untuk membangun atau memperbaiki infrastruktur jalan di Desa Situgede ini,” ungkapnya.

Diharapkannya, pemerintah segera memperhatikan kondisi jalan vital di kawasan Desa Situgede ini. Jika tidak segera dibangun dengan layak, dikhawatirkan jalan desa ini semakin parah dan akan kembali menelan korban. (*)

Penulis : Kang Cep

Editor    : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here