Tertinggi se Jabar, Tunggakan Iuran BPJS di Garut Capai Rp 50 Miliar

garutexpress.id- Kesadaran warga Garut peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mandiri untuk membayar iuran terbilang rendah. Akibatnya, tunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri atau individu di Garut cukup tinggi.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Garut, Rahmanto Fauzi, tunggakan tersebut di kabupaten Garut saat ini mencapai Rp 50 miliar per tahunnya. Bahkan, besaran tunggakan BPJS tersebut yang teretinggi di Jawa Barat.

“Tunggakan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri atau individu di Garut memang merupakan yang terbesar di Jawa Barat, mencapai Rp 50 miliar. Ini akibat rendahnya kesadaran peserta dalam membayar iuran,” ujar Rahmanto, saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Garut, Jalan Sudirman, Garut Kota, Senin (13/8/2019).

Menurutnya, besarnya nilai tunggakan iuran dari peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Garut itu kemungkinan menjadi penyebab terjadinya defisit. Berbeda jika dibandingkan dengan pembayaran iuran kepesertaan JKN melalui perusahaan atau aparat sipil negara (ASN) yang dinilainya cukup lancar.

Rahmanto menyebut, pembayaran iuran peserta JKN relatif lancar karena secara rutin tiap bulanya iuran selalu masuk. Hal ini berbeda dengan iuran peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang rata-rata baru bayar ketika mereka sakit dan membutuhkan BPJS.

“Padahal kan baik JKN BPJS sifatnya gotong-royong, dimana setiap iuran yang masuk bisa digunakan atau dimanfaatkan siapa saja yang membutuhkannya lebih dahulu,” ungkapya.

Diungkapkannya, jumlah kepesertaan JKN BPJS Kesehatan di Garut secara menyeluruh baik dari kepesertaan perusahaan, ASN,  dan kepsertaan mandiri saat ini mencapai 1,9 juta jiwa atau 85 persen dari total jumlah pensusuk Kabupaten Garut.

“Untuk kepesertaan BPJS Mandiri atau individu hanya 185 ribu atau sekitar 10 persen dari jumlah total penduduk Garut yang mencapai 2,7 juta jiwa,” katanya.

Ditambahkannya, sesuai Perpres nomor 8 tahun 2018, apabila kepesertaan BPJS Mandiri menunggak hingga bebeapa bulan, maka dengan sedirinya kartu kepesertaan BPJS yang bersangkutan dinyatakan non aktif atau gugur dengan sendirinya. (*)

Penulis  : Ahen

Edtior    : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here