Sekolah Jual Buku SD Mahal, DPRD Minta Bupati Bertindak Tegas

garutexpress.id- Terkait mahalnya buku paket Sekolah Dasar (SD) yang membebani orang tua siswa, anggota DPRD Garut angkat bicara. Yusep Mulyana, anggota Komisi IV DPRD meminta Bupati Garut, Rudy Gunawan menindak tegas pihak sekolah yang telah melakukan pelanggaran yang bekerja sama dengan penerbit untuk menjual buku kepada anak didiknya.

Yusep menilai, apa yang dilakukan pihak sekolah tersebut adalah pelanggran yang harus ada sanksinya agar ada efek jera. Yusep menyebut, selama ini pelanggran yang dilakukan sekolah itu terus berulang setiap tahun, namun tidak ditindak Bupati.

“Sepertinya pihak sekolah merasa tak pernah melanggar aturan, karena memang tidak pernah ditindak tegas bupati. Maka tak heran kasus jual buku ini setiap tahun terus terjadi,” tukasnya.

Yusep mengaku, pihaknya telah mendapatkan laporan terkait masiha adanya orang tua siswa yang mengeluhkan praktik penjualan buku penjualan buku Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Garut.  Hal tersebut sangat disesalkan, selain membebani ekonomi orang tua siswa, juga hal tersebut jelas-jelas melanggar aturan yang ada.

Menurutnya, dalam UU Nomor.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No 17/ 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, juga Permendikbud Nomor.8 tahun 2016 tentang buku, dengan jelas melarang penjualan buku terhadap siswa.

“Apalagi kegiatan ilegal itu melibatkan pihak sekolah melalui kerjasama dengan pihak penerbit. Namun, kenyataan di lapangan seluruh aturan itu sama sekali tidak digubris. Sehingga penjualan buku oleh pisak sekolah masih saja terjadi,” ujarnya.

Diharapkannya, semua pihak terkait harus tegas menyikapi maslah ini. Mulai dari Dinas Pendidikan, Bupati, Gubernur hingga Menteri.

“Semua pihak terkait muali dari Kepala Dinas Pendidikan, Bupati, Gubernur hingga Menteri Pendidikan harusnya tegas dalam menerapkan aturan larangan penjualan buku terhadap siswa ini. Di Garut, fakta-faktanya sudah jelas terjadi namun didiamkan saja oleh Pemda,” ungkapnya.

Yusep meminta, selain ketegasan dari pemangku kebijakan, para orang tua siswa juga harus lebih aktif melapor dan bernai menolak segala praktik penjualan buku di sekolah.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang tua siswa SD Negeri di Garut mengeluhkan adanya penjualan buku paket di sekolah yang harganya hampir sejuta rupiah. Kasus penjualan buku mahal ini di antaranya terjadi di SDN Sukagalih V dan SDN Samarang 1.

Menanggapi kasus penjualan buku SD yang mahali ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong mengaku sejak jauh hari telah menginstruksikan pihak sekolah agar tidak melakukan praktik tersebut.  Praktik yang dimaksud, semisal menjual buku, LKS atau seragam sekolah dan sejenisnya kepada peserta didik. (*)

Penulis : Ahen

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here