Sambut Tahun 1441 Hijriah, Majlis Tarbiyah Wanaraja Bagikan Ribuan Ekor Ayam

SUASANA pembagian ayam kampung dalam rangka menyambut tahun baru Islam, 1441 Hijriah di kompleks Majelis Tarbiyah, Desa Bojong, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jumat (30/8/2019)***

garutexpress.id-  Sudah menjadi tradisi, setiap menyambut tahun baru Islam (Hijriah) Majelis Tarbiyah, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, selalu menggelar berbagai kegiatan sosial. Yang unik, salah satunya dengan membagikan ribuah ekor ayam kampung.

Dalam menyambut pergantian tahun baru Hijriah dari 1440 ke 1441, kemeriahan begitu tampak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tak hanya pengajian yang diikuti ribuan jamaah, panitia juga menggelar pawai taaruf pada Jumat (30/8/2019) pagi.

Selain sedekah ribuan ekor ayam, panitia Majlis Tarbiyah juga membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Pimpinan Majelis Tarbiyah, KH Benghan Syarifudin, mengatakan, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, ribuan jamaah datang dari berbagai daerah untuk mengikuti perayaan tahun baru Islam di majelis Tarbiyah. Mereka bukan hanya dari berbagai daerah di Garut tapi juga dari luar Garut bahkan juga ada yang dari luar Jawa Barat.

Untuk perayaan tahun baru Islam tahun ini tutur Benghan, pihaknya mengambil tema “Nyaho, Bisa, Boga”. Nyaho dalam artian masyarakat terutama jamaah harus mempunyai ilmu agar tak salah jalan dalam menjalankan kehidupan ini. Bisa artinya jamaah harus dapat atau mampu menjalani kehidupan termasuk kewajiban yang telah ditentuka sesuai ajaran agama.

“Sedangkan boga atau punya, jamaah harus punya bekal harta agar bisa tenang dalam menjalankan kehidupan dan ibadah kepada Alloh yang telah menciptkan mereka. Jika manusia tak memiliki tiga unsur tersebut di atas, maka “mati” lah ia,” ujar Benghan.

Untuk makna dari peringatan tahun baru Islam kali ini, tuturnya, setiap kita harus berubah. Dari tahun ke tahun harus ada perubahan baik dari aspek “nyaho” (tahu), “bisa”, dan “boga” (punya). Namun perubahan yang terjadi tentunya haruslah ke arah yang lebih baik mulai dari aspek keilmuan atau pengetahuan, kemampuan, maupuin taraf perekonian.

Benghan menyebutkan, untuk paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, untuk tahun ini panitia menyiapkan 6 ribu paket. Sedangkan untuk ayam kampung, ada 1500 ekor yang dibagikan.

Menurutnya pembagian ayam kampung ini menjadi bagian dari peringatan tahun baru Islam di majelisnya dan ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Sedangkan pembagian sembako sudah dilaksanakan cukup lama.

“Pada peringatan tahun baru Islam tahun ini, kita bukan hanya membagikan enam ribu paket sembako tapi juga membagikan 1500 ekor ayam kampung kepada para sopir angkutan umum, kusir delman, tukang ojeg, serta masyarakat kurang mampu lainnya. Selain diharapkan bisa membantu meningkatkan taraf perekonomian mereka, kegiatan ini juga merupakan simulasi bahwa untuk sejahtera tak hanya datang dari uang tapi juga bisa dari ternak atau tanaman,” katanya.

Related Post

Ia juga menyampaikan, dalam setiap kali pengajian yang digelar, selain bimbingan agama, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada jamaah agar kehidupannya bisa lebih sejahtera. Dengan berternak ayam kampung, misalnya yang dianggap bisa jadi salah satu solusi mengubah taraf ekonomi.

Dana untuk pembelian 6 ribu paket sembako dan 1500 ekor ayam kampung ini tambahnya, merupakan sumbangan dari para mustami Majelis Tarbiyah.

Sebelum kegaiatan pembagian ayam kampung, jamaah Majelis Tarbiyah menggelar pawai taaruf untuk menyambut tahun baru Islam. Pawai taaruf dilakukan dengan mengelilingi ruas jalan di perkotaan Garut dan diikuti ribuan jamaah.

Menurut Benghan, pawai taaruf ini juga merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun dalam rangka menyambut pergantian tahun baru Islam.

Pawai tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat khususnya umat Islam tentang adanya tahun baru Islam yang harus disyukuri setiap pergantiannya.

“Kami berharap kegiatan pawai taaruf dapat menjaga tradisi muslim di Garut dalam menyambut tahun baru Islam, sekaligus menjaga kebersamaan dan silaturahmi antar umat.

Salah seorang warga penerima bantuan ayam kampung, Yana (37) mengaku bahagia. Ayam tersebut menurutnya akan ia pelihara sebagaimana ayam yang tahun lalu juga ia terima dari Majelis Tarbiyah ini.

“Ayam yang pemberian tahun lalu pun masih ada dan saat ini sudah berkembang biak. Sekarang saya mendapatkan bantuan ayam kembali dan ini juga akan saya pelihara sehingga peliharaan ayam kami bisa semakin bertambah banyak,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ahen

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.