Ratusan Hektare Sawah Mengering, Petani di Garut Utara Gagal Panen

foto; ISTIMEWA

garutexpress.id- Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah di Kabupaten Garut.  Bahkan, ratusan hektare lahan peswahan para mengering sehingga terancam gagal panen. Salah satu wilayah yang terdampak cukup serius adalah wilayah Kecamatan Cibatu.

Dalam laporannya, Camat Cibatu, Sardiman Tanjung menyebut, di wilayahnya ada sekitar 200 hektare areal peswahan andalan para petani kini telah kering kerontang.

“Ya, ada sekitar  200 hektare lahan pertanian, terutama tanaman padi mengalami kekeringan karena tidak adanya sumber air. Akibatnya, para petani menderita kerugian yang cukup besar. Sawah di  Cibatu kebanyakan mengandalkan air hujan, karena sebagian lahan pertanian ada di perbukitan,” ujar Sardiman, dalam laporannya, Kamis (15/08/2019).

Camat Cibatu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan solusi untuk meminimalisir kerugian petani. Di anataranya agar aliran air dari Bendun Copong bisa digilir ke daerah Cibat. Sementara, saat ini debit  air dari Bendung Copong senidiri mulai menyusut.

Selain di Cibatu, di kawasan Garut utara lainya seperti di wilayah Kecamatan Cibiuk yang meliputi Desa Cibiuk Kaler dan Kidul juga benasib sama.

“Kondisi tersebut dikeluhkan para petani.  Lahan garapan mereka menjadi kering sehingga tak bisa ditanami.  Akibat kemarau tersebut petani merugi. Seharusnya sekarang ini sudah memasuki masa panen, “ ungkapnya. (*)

Penulis : Tim GE

Editor    : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here