Pesantren Cipari Sambut Antusias Pelatihan dan Web Gratis

garutexpress.id –  Komunitas Melones Inpreneur mengadakan pelatihan dan web gratis bagi pesantren di Kabupaten Garut. Pesantren pertama yang mendapatkan “hadiah” tersebut adalah Pesantren Cipari yang berada di jalan Cipari, Sukarasa, Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Nasyrul Fu’adz Humas Yayasan Pesantren Cipari mengapresiasi hal tersebut. Ia mengatakan kalau sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren harus mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya, terutama di bidang informasi dan teknologi.

“Kalau lembaga pendidikan lain bisa, pesantren bukan sekedar harus bisa, tapi harus lebih baik. Oleh karena itu, kami menyambut baik adanya tawaran pelatihan sekaligus pembuatan website pesantren dari kang Hermawan, sebagai salah satu ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus kredibilitas kami selaku lembaga pendidikan islam,” katanya.

Ia menambahkan kalau dengan adanya pelatihan dan web gratis tersebut akan menambah pengetahuan civitas pesantren. Baik pengajar maupun santri terhadap perkembangan IT masa kini.

“Kita tidak boleh kalah dalam segala hal termasuk perkembangan jaman. Ini sangat perlu dan pasti perlu buat pesantren kedepannya,” ucapnya.

Pesantren yang terletak di Kampung Cipari desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan Garut, Kabupaten Garut ini memiliki dua madrasah yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Selain itu disana punya berbagai fasilitas seperti Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

Hermawan Furqon penggagas Melones Inpreneur mngatakan kalau web gratis diadakan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan pesantren yang kini juga berbasis teknologi terutama internet. “Saat ini semua serba online dan harus disesuaikan. Apalagi pesantren,” katanya.

Kegiatan ini juga diadakan sebagai bentuk keprihatinan komunitas Melones Inpreneur lantaran banyak pesantren dan santri yang susah mendapat akses informasi yang sudah dikomersialisasikan oleh kebanyakan pelaku IT.

Dengan adanya web, lanjutnya, setiap pesantren bisa memberi informasi program pesantren dan lain-lain lewat internet dan dunia maya. Ia pun berharap agar ada para santri yang juga bisa merancang dan mengembangkan web.

Tiga konsep dasar dari kegiatan ini adalah pengoptimalisasian website pesantren sebagai:

  1. Media informasi dan publikasi
  2. Media kreativitas digital dan edukasi
  3. Media yang bisa menampung kegiatan ekonomi digital

Kegiatan ini akan diberikan juga kepada pesantren lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Garut. “Zaman sekarang sudah berbasis IT dan semua pesantren bahkan santrinya bisa menggunakan website dan lainnya,” terangnya. (*)

Penulis :  AIK

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here