Perkemahan Kwaran Zona 4 Malangbong Ditutup, Jati Diri Pramuka Harus Tetap Dipertahankan

garutexpress.id- Jati diri pramuka harus tetap dipertahankan. Demikian ditegaskan Asep Koswara, selaku ketua pelaksana perkemahan wilayah zona 4 Kecamatan Malangbong, saat penutupan acara perkemahan, di Bumi Perkemahan Tunas Persada, Kecamatan Malangbong, Garut, Senin (26/8/2019).

Perkemahan pramuka yang berlangsung selama tiga hari (23-25/8/2019) tersebut diikuti ratusan anggota pramuka penggalang setingkat kwartir ranting (Kwaran) Malangbong  tersebut berlangsung sukses tanpa ekeses.

“Perkemahan pramuka penggalang yang ada di pangkalan Sekolah Dasar (SD) se-wilayah utara Malangbong ini diikuti oleh kurang lebih 500 personil pramuka penggalang. Peserta datang dari perwakilan beberapa desa, di antaranya Desa Cisitu, Sakawayana, Sekarwangi, Cilampuyang dan Desa Mekarasih selaku tuan Rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, karakter bangsa, kedisiplinan dan kemandirian akan lebih muncul, sehingga melalui pramuka visi Indonesia Sumberdaya Manusia (SDM) unggul Indonesia maju akan lebih mudah terealisasikan. Khususnya pada generasi muda, mulai tingkat sekolah dasar dalam kegiatan kepramukaan.

“Perkemahan pramuka itu bukan hanya sekedar bermain di alam bebas. Tetapi harus bisa menjadi edukasi mini bagi peserta didik. Karena itu, jati diri pramuka jangan sampai ditinggalkan dalam kegiatan perkemahan,” katanya.

Diharapkannya, kedepan perkemahan pramuka khususnya di zona 4 Malangbong utara, umumnya di Kabupaten Garut bisa lebih berkembang dan meningkat. Mulai dari kreativitas anak-anak dan para pembinanya.

“Kegiatan pramuka di perkemahan bisa seimbang antara pengetahuan umum, hiburan dan pengetahuan pramuka. Kedepan, hasil dari pengalaman anak-anak selama mengikuti perkemahan ini merupakan edukasi, dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Seperti tercantum dalam dasa darma pramuka,” ujarnya.

Sementara itu, Andalan Ranting Kwaran Malangbong, Asep Yana mengharapkan, agar esensi pramuka lebih muncul dalam kegiatan perkemahan. Hal untuk mengantisipasi  masyarakat yang kurang puas dengan kegiatan perkemahan.

“Kita memang butuh evaluasi kedepannya agar kegiatan kepramukaan di perkemahan bisa lebih muncul. Misalnya kegiatan semaphore, tali-temali, baris-berbaris dan cerdas-cermat seputar kepramukaan. Selain itu koordinasi dan soliditas kepanitiaan perlu ditingkatkan di masa datang,” pungkasnya. (*)

Penulis : TAF Senopati

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here