Perajin Anyaman Bambu Ketiban Berkah Idul Adha

garutexpress.id- Sehari sebelum hari raya Idul Adha 1440 H (2019) perajin anyaman bambu mendapat orderan berlipat. Bahkan, mereka mengaku dalam sebulan terkahir jelang Idul Adha bisa mendapat pesanan wadah dari anyaman bambu hingga 10 kali lipat.

Salah satu pengrajin wadah anyaman bambu yang ketiban berkah Idul Adha ini berada di kawasan Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong, Kidul Kabupaten Garut.

Meningkatnya order wadah anyaman bambu ini ternyata tidak terlepas dari himbauan pemerintah setempat yang menginstruksikan pengurangan menggunakan kantong plastik untuk daging hewan kurban.

Nah, salah satu wadah daging kurban alternatif pengganti kantong plastik ini digunakanlah wadah dari anyaman bambu.

Ende, salah seorang perajin wadah anyaman bambu di Pataruman mengaku, sebulan terakhi jelang tibannya Idul Adha 1440 H, pesanan wadah anyaman bambu meningkat hingga 10 kali lipta. Sementara untuk hari biasa, pesanan hanya 500 pices, sementara menjelang Idul Adha mencapai 5000 pices.

“Sejak satu bulan terakhir permintaan anyaman bambu untuk daging kurban meningkat hampir 10 kali lipat. Biasanya hanya 500 buah, sementar menjelang hari kurban ini bisa mencapai 5 ribuan buah,” ungkapnya, Sabtu (10/08/2019).

Banyaknya order wadah anyaman bambu ini membuat perajin di Pataruman kewalahan. Tak heran, para perajin tak sedikit menolak pesanan karena keterbatasan waktu produksi.

Related Post

“Karena keterbatsan waktu dan banyakannya pesanan, ya kkita terpaksa menolak sebagian pesanan,” tukasnya.

Sementara itu, Aga, salah seorang panitia kurban 1440 H di kawasan tersebut, mengakui, selain mematuhi himbauan pemerintah terkait larangan penggunaan kantong plastik, maka penggunaan wadah dari anyaman bambu dinilai lebih aman.

“Selain mematuhi himbauan pemerintah untuk tidak menggunalan kantong plasik. Penggunaan wadah dari anayaman bambu ini juga aman sekaligus melestarikan produk budaya lokal juag,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah gencar mengkampanyekan dikuranginya penggunaan kantong plastik di pasar swalayan dan sentra perdagangan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi sampah plastik. (*)

Penulis : Tim GE

Editor  :   ER

 


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.