Penanganan Stunting Diharuskan Masuk APBDes Tahun Anggaran 2020

garutexpress.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mendorong pemerintah desa secara serentak menempatkan program penanganan stunting menjadi skala prioritas pada APBDes tahun anggaran 2020. HaI ini menyusul lahirnya peraturan bupati nomor 31 tahun 2019 terkait penanganan kasus stunting di Kabupaten Garut.

Belakangan, kasus stunting atau terjadinya gagal tumbuh pada anak baik secara fisik maupun mental di Kabupaten Garut menjadi fokus perhatian pihak pemerintah pusat.

Demikian diungkapkan Asep Jawahir, perwakilan DPMD Garut usai membuka acara Program Inovasi Desa zona 3 di Sawah Lega Hegar, Kecamatan Pangatikan, Garut, Kamis (22/8/2019).

“Kini payung hukumnya sudah jelas, perbupnya sudah ada.  Jadi kita berharap SDM peserta pelatihan kali ini agar berkontribusi melakukan kelanjutan terkait penanganan stunting ini di musyawarah tingkat desa. Ending-nya masuk pada APBDes tahun 2020,” Tegas Asep.

Disampaikanya, inovasi tidak semata soal pembangunan inprastruktur, namun bagaimana dapat meningkatkan kualitas SDM, terutama pada sektor kesehatan. Perihal penanganan stunting ini pihaknya berharap dapat direalisasikan secara serempak oleh sebanyak 421 desa melalui pembiayaan Dana Desa tahun 2020.

“Disamping perbup, permendesa nomor 16 tahun 2018 kaitan dengan penggunaan dana desa cenderung mengharuskan pihak pemdes menggelar program penanganan stunting secara khusus. Kita libatkan berbagai elemen terkait nantinya, terutama Dinas Kesehatan,” lanjutnya.

Penanganan stunting menjadi topik utama pada kegiatan program inovasi desa lima kecamatan wilayah zona 3 ini. Panitia mengundang ratusan peserta pelatihan yang diberikan suntikan materi selama dua hari penuh.

Sepakat dengan target pemda, ketua panitia program inovasi desa, Teten Sutendi, menegaskan bahwa program penanganan stunting dirasa penting demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Karenanya, Teten turut mendorong agar para kader peserta pelatihan bisa secepatnya bergerak di lingkungan serta berkordinasi lebih lanjut dengan pihak desa.

“Tentunya kita dari tim PID siap memberikan kontribusi sesuai kapasitas dan kebutuhan pihak desa. Soal penanganan stunting ini, kita miliki misi yang sama dengan pihak pemerintah. Tahun depan program ini harus segera terealisasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun. (*)

Penulis : Doni Melody

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here