Nasabah Pinjaman Online Dibuat Malu, Sekdes Wanamekar Kena Getahnya

garutexpress.id- Merasa tak pernah meminjam ataupun mencicipi, Yudi Krisnandi, Sekretaris Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, ikut merasakan dampak ketika telepon seluler miliknya setiap hari dikirim SMS dari sebuah operator jasa pinjaman online.

Yudi menyebut hampir 4 kali dalam sehari pihak operator aplikasi pinjol itu mengirim pesan kepadanya. Yang membuatnya kesal, tandas Yudi, isi pesan  tersebut menyuruhnya agar turut melakukan penagihan kepada yang bersangkutan.

“Emang apa urusan saya, ikut mencicipun enggak, tiba – tiba diperintah ikut menagih kepada yang bersangkutan. Ini jelas hanya upaya membuat malu, sebisa mungkin hindari lah pinjaman berbasis online tersebut,” Ajak Yudi, Kamis, (1/8/2019), usai rapat di balai desa.

Sedikit saja telat bayar, pihak operator aplikasi pinjol tak segan membongkar aib pelaku, mengumumkan bahwa yang bersangkutan memiliki tunggakan yang belum terselesaikan.

Bahakan, pihak colektor tak segan menyebut pelaku pinjaman online tersebut sebagai “buronan”, atau istilah kasar lainya. Berikut petikan pesan yang dikirim pihak operator pinjol tersebut. ” Hallo tolong sampaikan kepada saudari . Agar segera melunasi piutangnya, anda tercantum sebagai kontak darurat,” Lampirnya.

Isi pesan yang dikirim awalnya normatif, namun akan berubah menjadi kata – kata kasar apabila tidak mendapat respon dari pihak pelaku pinjaman.

Related Post

Korban terkena SMS pinjol lain, Dewi, warga RW O5, membenarkan bahwa kalimat pesan yang dikirim dapat berubah kasar tidak karuan. Intinya, terang Dewi, pihak operator akan membuat si pelaku pinjaman malu besar. Disinggung tentang siapa nasabah yang melakukan pinjaman tersebut, ia pun mengaku mengenali karena memang nomernya tersimpan dibuku telepon milik pelaku.

Usut punya usut, seseorang yang melakukan transaksi pinjaman online tersebut adalah orang yang memang dalam kontak teleponya menyimpan nama sdr Yudi dan Dewi. Pihak operator secara otomatis akan menyebar SMS tagihan kepada seluruh kontak yang ada di buku telepon milik si peminjam.

Belakangan, pinjaman berbasis online hadir memberi tawaran yang menggiurkan. Bagaimana tidak, cukup dengan KTP saja dana segar dijanjikan cair dalam hitungan menit. Berbagai aplikasi pinjol kini marak di smart phone tanpa dapat dipastikan terdaptar secara sah atau tidak pada Oritas Jasa Keuangan (OJK). Biasanya, pihak operator giat mencari nasabah melalui skema pesan berantai yang dikirim dalam bentuk SMS kepada masyarakat luas. (*)

Penulis  : Doni Melody

Editor    : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.