MKKS SMA-KCD XI Gelar Sosialisasi Bertajuk ‘Jaksa Sahabat Sekolah’

garutexpress.id- Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sebagai organisasi profesi kepala sekolah harus berperan dan berfungsi dalam memfasilitasi berbagai upaya SMA. Aspek tersebut meliputi penampilan, pelayanan dan optimalisasi kinerja agar terwujud prestasi SMA sesusi arah kebijakan pemerintah dalam pendidikan.

Demikian diungkapkan Ketua MKKS SMA Garut, Drs.  H. Cecep R. Rusdaya, dalam kegiatan sosialisasi program ‘Jaksa Sahabat Sekolah’ di GOR SMAN 1 Garut, Kamis (1/8/2019).

Menurut H.Cecep, untuk menindaklanjuti program Gubernur dengan Kejati, Ketua MKKS SMA Kabupaten Garut-KCD XI  mengundang Tim Kejari Garut untuk menyelenggarakan sosialisasi tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 122 Kepala sekolah  SMA turut hadir dengan sejumlah guru dari perwakilan sekolah masing-masing.

“Jaksa Sahabat Guru merupakan program pendampingan hukum bagi Dinas Pendidikan dan sekolah dalam urusan tatakelola anggaran. Tujuannya,  tenaga pengajar agar tak terlibat dalam perkara hukum, “ ujar Ketua MKKS SMA, Drs.  H. Cecep R. Rusdaya, MM., saat membuka sosialisasi.

Diharapkannya, hadirnya jaksa dalam tata kelola anggaran pendidikan membuat tenaga pengajar di  sekolah lebih tenang. Sehingga pembangunan pendidikan ini akan lebih terjamin, dan problem yang sering muncul di ujung juga akan berkurang.

“ Kita melakukan preventif dengan pendampingan di awal. Tidak hanya dana dari pusat yang dikawal tapi dana dari masyarakat,” ujar Kepala Cadin XI, Asep Sudarsono, SP.d. M.M. dalam sambutannya.

Apresiasi juga disampaikan Asep Sudarsono kepada MKKS SMA yangg telah menyelenggarakan acara ini.

“Saya sampaikan apresias dan ucapan terika kasih kepada MKKS SMA dan semua pihak,  terutama kepada Tim Kejari, dgn narasumber Doddy, S.H. M.H, Kasi Intel & Jaksa Dikdik, S.H. M.H beserta 3 stafnya,” ungkapnya.

Related Post

Dikatakannya, sesuai arahan Gubernur,  agar sekolah dan KCD  selalu berkonsultasi dalam mengelola rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) dengan begitu semuanya aman dan fokus mendidik anak-anak bangsa.

” Jangan sampai ada guru terjerat perkara hukum karena ketidak tahuan dalam bersikap, berucap, bertindak terhadap siswa atau di medsos,” ujarnya.

Diharapkannya, dengan program Jksa Sahabat Guru, dunia pendidikan di Garut khusysnya dan Jabar  umumnya nomor satu dan nol korupsi.

“Kami merasa betapa besar jasa guru kepada kita. Maka sering prihatin bila ada guru bermasalah itu kami kan malu, Kami sahabatnya, berarti tak berhasil membina sahabat. Itu yang tidak kami inginkan,” kata pemateri tim Kejari Garut saat menyampaikan sosialisasi hukumnya.

Doddy, S.H. M.H selaku Kasi Intel, menjelaskan, kepala sekolah dan para guru jangan sampai ada yang bersentuhan dengan masalah hukum. Untuk itu semua program dan anggaran yang ada di sekolah harus di peruntukan sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

“Kita harus hati-hati dalam menyampaikan pendapat di muka umum atau di medsos, karena akan berdampak dan berurusan dengan hukum. Jangan terulang kembali ada guru SMA di Garut diperiksa dan berurusan hukum karena ketidak tahuan, meng-upload status yang diduga mengandung unsur terorisme atau pencemaran nama baik,” katanya.

Sementara itu, Dikdik, S.H. M.H. yang merupakan Jaksa dari Kejari Garut menjelaskan,  bahwa berdasarkan UU No. 31/1999 bahwa setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain dapat dipidana.

“Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan yang dapat merugikan keuangan negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 1 tahun, paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar,” tandasnya. (*)

Penulis : Zenal

Editor  : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.