Menengok Citomo, Kampung di Tepi Sungai Cimanuk yang Sempat Terisolir

garutexpress.id- Kampung Citomo adalah sebuah kampung di kawasan utara Garut, tepatnya di Desa Sekarwangi, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Kampung yang berada di tepian Sungai Cimanuk ini kini mulai menggeliat.

Sebelumnya, Citomo bisa dibilang sebuah kampung yang treisolir. Bagaimana tidak, selain akses jalan yang tidak layak, jaringan listrikpun baru belakangan ini dinikmati warganya. Kampung Citomo berada di lembah berbukit yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Selaawi .

“Dulu penduduk di sini padat. Namun, karena saat itu akses ke Citomo sangat sulit bahkan belum teraliri listrik, akhinya satu satu warga Citomo banyak yang pindah ke kampung lain yang lebih maju,” ujar kepala urusan (Kaur) perencanaan Desa Sekarwangi, Dede Awar, Senen (26/8/2019).

Namun itu cerita dulu, kini seiring berjalannya waktu, warga Kampung Citomo mulai menyongsong kehidupan yang lebih baik. Cerita itu kini sudah usang, kini warga Citomo sudah bisa menikmati aliran listrik sehingga bisa menikmati indahnya dunia luar.

Abah Ata Sumita, salah seorang warga setempat mengisahkan,  ia sebenarnya dulu dilahirkan di sekitar Pasar Lewo, Desa Sukaratu sekarang.  Namun karena saat itu musim gerombolan ia dan keluarganya dikejar kejar gerombolan DI/TII, hingga mereka mengungsi ke lembah yang tersembunyi di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, kini tempat itu disebut Kampung Citomo.

“Dulunya di Citomo tidak ada pemukiman, kami datang ke Citomo karena terdesak oleh gerombolan yang membumi hanguskan tempat kami di Lewo ” ungkap Abah Ata.

Ditambahkannya, sejak saat itu sekitar 1948 tentara Siliwangi hijrah ke daerah Jogjakarta untuk membantu mengusir  penjajah Belanda. Sementara Jogjakarta saat itu katanya jadi ibu kota.

Diakuinya, ketika itu keamanan di wilayah Malangbong memang sedang genting.  Saat itu gerombolan datang menyerang penduduk. “Kami mencari sebuah persembunyian. Sejak mereka bersembunyi di wilayah Citomo sebuah tempat yang memang sepi, dan berada di balik bukit Sekarwangi mereka menetap di kampung itu,” kisahnya.

Sejak kepemimpinan Popon Hasanah yang tak lain Kepala Desa Sekarwangi, kini infrastruktur di Kampung Citomo mulai dibenahi. Perlahan tapi pasti, kampung  mulai bangkit menuju sebuah desa berperadaban maju.

“Alhamdulillah, bersyukur  ada Dana Desa (DD) dan dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga Kampung Citomo yang dulunya  terisolir kini mulai bisa terakses oleh dunia luar,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Sekarwangi, Alifah menjelaskan  dengan anggaran dana desa, Kades Sekarwangi mulai membangun satu satu infrastruktur di wilayahnya. Sama halnya dengan akses ke Citomo ini.

“Tahun anggaran 2020 nanti pemerintah desa akan memperbaiki sarana penghubung dari Sekarwangi ke Citomo.  Jalan yang ada saat ini baru pengerasan dengan bebatuan.  Tahun mendatang rencananya  akan diratakan terlebih dulu agar kendaraan roda dua dan roda empat bisa sampai menuju ke lokasi Citomo, sehingga para petani bisa dengan mudah mengangkut hasil buminya. Untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan pendapatan warga Citomo dan Sekarwangi pada mumnya. Diharapkan, dengan adanya akses jalan,  nilai jual tanah di tempat itu pun tentu akan meningkat. Selain itu Petani akan semangat kembali menggarap tanahnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Kampung Citomo juga  berdekatan dengan beberapa makam keramat dan kawasan air terjun (Curug)  yang dimungkinkan kedepannya bisa dijadikan destinasi wisata baru. (*)

Penulis : TAF Senopati

Editor  : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here