Mendikbud Usulkan Usia Pensiun Guru Ditambah 5 Tahun

ilustrasi.net

garutexpress.id- Baru-baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan usia pensiun guru diperpanjang. Usulan tersebut disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy saat melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Negara.

Menurut Mendikbud, usulannya akan ditindaklanjuti dengan penerbitan surat edaran bersama yang ditandatangani Mendikbud, MenPANRB, Mendagri dan Kepala BKN. Muhadjir menyebut, penambahan usia pensiun bagi guru untuk mencegah daerah melakukan rekrutmen guru honorer.

“Masa guru pensiun diperpanjang sembari menunggu pengangkatan ASN tetap. Penegasan ini akan dibuat dalam bentuk surat edaran. Nanti segera akan kami buatkan surat edarannya. Untuk itu, nanti kalau ada pemerintah daerah yang masih nekat merekrut guru honorer akan dijatuhi sanksi,” kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (31 /07/2019).

Dijelaskannya, dalam rapat koordinasi lintas lembaga tersebut turut membahas penyelesaian masalah guru honorer. Proses rekruitmen honorer jadi CPNS akan dilakukan secara bertahap sehingga pada 2024 sudah tidak ada lagi guru berstatus honorer.

“Sekitar 700.000 lebih guru yang masih berstatus honorer,” ujarnya.

Dijelaskannya, usia pensiun guru PNS akan ditambah 5 tahun menjadi 65 tahun. Sementara, usia pensiun yang diterapkan saat ini, yakni 60 tahun.

“Terlalu cepat karena pada usia tersebut guru masih bisa produktif. Usia 60 tahun itu saya kira kalau masih segar bugar,” tukasnya.

Related Post

Sementara itu, terkait pengangkatan guru PNS, Muhadjir menjelaskan, mekanisme pengangkatannya akan dibagi dalam tiga skema. Yakni, untuk menuntaskan guru honorer, untuk mengganti guru yang masa pensiunnya akan berakhir, dan untuk menambah atau mengangkat guru dikarenakan adanya penambahan jumlah sekolah.

Dalam upaya menuntaskan pengangkatan guru honorer, pemerintah daerah diimbau tak melakukan rekruitmen guru honorer. “Pak MenPAN juga sudah menyampaikan supaya tidak ada lagi pengangkatan guru honorer, yang ada ini mau kami selesaikan,” katanya.

Berdasarkan data dari Kemendikbud, puncak pensiun guru secara masif akan terjadi pada 2022. Sebanyak 86.650 guru akan pensiun secara bersamaan. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, hal tersebut harus diantisipasi dengan tepat agar tak terjadi kekurangan guru.

“Sehingga rekruitmen guru ikut memperhitungkan faktor ini. Selain tentu saja rekruitmen guru baru agar tidak terjadi kekurangan guru secara besar-besaran. Nanti ketika rekrutmen 2021 akan ada tambahan karena jumlah kebutuhan guru meningkat,” ujarnya.

Selain rekruitmen besar-besaram, Kemendikbud juga akan menerapkan sistem guru mengajar multi subjek. “Diharapkan, dengan sistem tersebut program peningkatan kualitas pendidikan tetap berjalan dan dari sisi anggaran menjadi lebih efisien,” tandasnya. (*)

Sumber : Pikiran Rakyat.

 


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.