Tak Hanya BOP dan Pokir, Kejari akan Periksa Semua Dugaan Penyimpangan di DPRD Garut

ilustrasi

garutexpress.id-  Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut  tak hanya fokus pada pemeriksaan Biaya Oprasional dan Pola pikir (Pokir) saja. Seperti dikehui saat ini Kejari tengah memfokuskan pemeriksaan dugaan korupsi di DPRD Garut pada tahun 2017 dan 2018.

Menurut Kepala Kejari Garut, Azwar, pihaknya akan memeriksa semua dugaan penyimpangan di DPRD Garut. Pihaknya pun sudah mendapat bahan rujukan untuk melakukan penyelidikan.

“Fokusnya di 2017 dan 2018 dulu. Tapi bisa juga kebelakang untuk memeriksanya,” ujar Azwar saat dijumpai wartwan di Kantor Kejari Garut, Selasa (9/7/2019).

Hingga saat ini, Kejari telah memeriksa 20 orang saksi. Kebanyakan berasal dari pegawai Sekretariat Dewan (Sekwan). Pihaknya pun telah mendapat masukan dari berbagai kalangan dalam penanganan kasus. Terkair materi pemeriksaan, Azwar mengaku belum bisa menyampaikan ke publik.

“Kejari Garut sudah berpengalaman menangani kasus korupsi. Dulu ada jaring asmara (jaringan aspirasi masyarakat) pada 2004. Kasusnya juga sama persis dengan Pokir,” tukasnya.

Setelah seluruh pegawai Setwan diperiksa, Kejari juga berencana memeriksa anggota dewan. Pihaknya masih menunggu waktu kosong karena kesibukan anggota dewan.

“Ada nanti (anggota dewan diperiksa). Kami juga belum minta bantuan BPK. Dalami dulu kasusnya,” tandasya. (*)

Penulis : FW

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here