Susuri Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Ekspresi Hisdraga Sambut Reaktivasi

SEJUMLAH seniman Garut yang tergabung dalam Himpunan Sastrawan Dramawan Garut (Hisdraga) menyusuri jalur KA Cibantu-Garut yang tengah dibangun sebagai ekspresi kegembiraan, Minggu (14/7/2019)***

garutexpress.id- Dibukanya kembali (reaktivasi) jalur rel kereta api (KA) Cibatu-Garut disambut berbagai ekspresi  warga Garut. Kerenduan akan alat transportasi legendaris ini ditunjukan dengan berbagai cara.

Para seniman di Garut yang tergabung dalam Himpunan Sastrawan Dramawan Garut (Hisdraga), misalnya. Mereka menunjukan ekpresi rasa syukurnya dengan cara menyusuri jalur rel kereta Cibatu-Garut kota bertajuk “Mapay Pijalaneun Kareta Api”.

Fachroe, salah seorang seniman Garut yang juga pengagas kegiatan tersbut mengatakan, kegiatan yang dilakukannya bersama sekelompok seniman tersebut merupakan ekspresi kegembiraan atas kembalinya  kereta api ke Garut yang sejak 1983 dinonaktifkan.

“Dulu ada kereta api yang dinamakan Si Gombar yang melintas di kawasan Garut ini. Namun sejak 1983 lalu, kami tak pernah lagi merasakan kehadirannya karena jalur keretanya dinonaktifkan,” ujar Fachroe, kepada sejumlah awak media, Minggu (14/7/2019).

Keberadaan jalur kereta api di Garut dengan ikonnya “Si Gombar” kereta api locomotif berbahan bakar batu bara kala itu menjadi sejarah dan kenangan kenangan indah bagi warga Garut.

Kini sejarah tersebut kembali dapat dirasakan warga Garut setelah pemerintah pusat melalui PT KAI memutuskan untuk mengaktifkan kembali jalur KA Cibatu-Garut.

Fachroe mengatakan, diaktifkannya kembali jalur KA Cibatu-Garut ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi warga Garut. Hal ini bukan hanya dilihat dari sisi sejarahnya akan tetapi juga dari segi manfaatnya yang tentunya sangat banyak bagi warga Garut.

“Suara khas Si Gombar dan Si Kuik yang dulu sangat dikenal dan ditunggu-tunggu untuk saat ini memang tak akan terdengar lagi karena kereta tersebut tak mungkin lagi digunakan. Namun dengan diaktifkannya kembali jalur kerera di Garut ini, setidaknya akan mengingatkan masyrakat Garut terhadap Si Gombar dan Si Kuik yang telah menjadi sejarah tersebut,” katanya.

Para seniman Garut ini, menurut Fachroe, sangat berharap program reaktivasi kereta Cibatu-Garut segera terlaksana dan berjalan lancar. Dengan demikian masyarakat Garut bisa segera merasakan manfaatnya.

Keberadaan kereta api di Garut dinilainya dapat menjadi alat transportasi alternatif masyarakat baik dari Garut ke luar kota maupun sebaliknya. Ini juga diharapkan bisa lebih meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Garut yang memiliki banyak objek wisata.

“Pokoknya cepat selesai saja pembangunan sarananya agar kami bisa segera menikmati bagaimana indahnya nai kereta api. Masyarakat juga banyak yang sudah merindukannya dan berharap bisa merasakan manfaatnya,” ucap Fachroe.

Ia juga mengungkapkan, dirinya bersama anggota komunitas melakukan perjalanan sepanjang 19 kilometer dari Stasiun Garut menuju Stasiun Cibatu dengan cara berjalan kaki selama lima jam.

Selain sebagai bentuk kegembiraan dan rasa syukur, hal itu juga dilakukan dengan tujuan melihat secara langsung sejauh mana proses pembangunan infrastruktur dan sarananya. (*)

Penulis : Ahen

Editor  : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here