“Selaawi Culture Night,” Asyiknya Mahasiswa Asing Bermain Celentung

garutexpress.id- Puluhan mahasiswa asal asal negeri tetangga tampak asyik memainkan kreasi alat musik tradisional terbuat dari bambu. Di antara mahasiswa yang begitu menikmati alunan celentung itu merupakan para mahasiswa asal negeri ‘gajah putih’ Thailand serta dari Filipina.

Seperti dikertahuii, Celentung ini merupakan alat musik kreasi tradisional berbahan bambu yang kini menjadi ikon baru Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Mereka, para mahasiswa berasama memainkan selentung dalam sebuah gelaran acara bertajuk “Selaawi Culture Night” (Malam Budaya Selaawi).

Malam Budaya Selaawi ini merupakan agenda di penghujung kegiatan Sosial Enterprise for Economic Development (SEED) 2019 Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Prosesi acara gelar budaya ini berlangsung meriah di halaman kantor Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (4/6/2019).

Sepanjang agenda kunjungannya di Kecamatan Selaawi, selain mempelajari budaya lokal, para mahasiswa asal Thailand, Filipina serta mahasiswa lokal Indonesia juga mempelajari alat musik celentung yang inovatif ini.

Kesungguhan mereka mendalami alat musik celentung terbukti. Baru beberapa hari saja tinggal di Selaawi, mereka sudah bisa memainkan alat musik berbahan bambu tersebut.

Lagu hymne Unpar dan beberapa lagu lainnya, seperti lagu We Are The Champion besutan band legendaris Queen mereka nyanyikan dengan harmonisasi apik berpadu alat musik celentung.

Salahseorang mahasiswi dari Thoksin University Thailand, Kanapar Rianrom mengaku senang selama mengikuti kegiatan ‘SEED’ di Selaawi. Selain bisa merasakan pedasnya sambal buatan ibu dan teteh, Karnapan yang akrab disapa Nuni oleh sesama rekannya ini, juga sangat ketagihan akan kelezatan tahu dan cemilan seblak yang super gurih berpadu citarasa pedas.

“Tentu saja,  disamping menyukai makanan khas Jawa barat, saya sangat suka memainkan celentung, karena celentung ini adalah alat musik tradisional khas Selaawi. Selama ini, saya baru melihat dan memainkan alat musik seperti ini,” ungkapnya, seraya , menebar senyuman.

Sementara itu, Camat Selaawi, Ridwan Effendi berharap,  kreasi alat musik celentung ini bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat. Kehadiran Mahasiswa dari Unpar dan mahasiswa dari luar negri ini bisa menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan budaya dan kesenian lokal, termasuk celentung yang lahir atas idenya sendiri.

“Saya sangat bangga jika budaya dan seni lokal ini bisa dikenal lebih luas lagi, seperti halnya celentung yang kini menjadi salah satu ikon baru di Selaawi,” katanya.

Sesuai dengan salah satu misi dari kegiatan SEED Unpar, yaitu berupaya untuk meningkatkan pereknomian masyarakat dengan cara memanfaatkan potensi lokal yang ada, diharapkannya celentung bisa merambah hingga pasar manca negara.

“Sebagai camat Selaawi saya menaruh harapan besar. Mudah-mudahan melalui kegiatan SEED yang diadakan oleh Unpar, semuanya benar-benar bisa terwujud. Alhamdulillah, setelah adanya kegiatan SEED ini, pesanan alat musik celentung terus berdatangan. Saat ini, setidaknya ada tiga negara yang sudah memesan, di antaranya Jerman, Thailand serta Filipina,” pungkasnya. (*)

Penulis : Useu G Ramdani

Editor   : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here