Menyongsong Kabupaten Baru, Sejumlah Tokoh Garsel Intens Gelar Pertemuan

garutexpress.id- Sejumlah tokoh masyarakat Garut selatan (Garsel) mulai intens menggelar pertemuan. Yang terbaru, mereka yang tergabung dalam grup media sosial menggelar pertemuannya di sebuah villa kawasan Mekarmukti, Garut, Minggu (7/7/2019).

Terkait otonomi daerah, salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain itu mereka juga mendiskusikan terkait tanggung jawab dan persiapan sumber daya, dan beban moral yang harus diperjuangkan.

Dedi Kurniawan, salah seorang tookoh Garsel yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan pentingnya silaturajmi antar warga Garsel menyongsong berdirinya Kabupaten Garut selatan.

“Kita disini bertemu dalam rangka merajut silaturahmi, memperkuat kesatuan dan berkomitmen untuk mekar otonomi, bukan untuk makar,” katanya.

Sejumlah warga dalam pertemuan tersebut diklaim datang dari perwakilan warga Garut selatan yang meliputi 15 kecamatan diantaranya. Ke 15 kecamatan yang dimaksud di antaranya Kecamatan Cikajang, Singajaya, Cihurip, Peundeuy, Cisompet, Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, Caringin, Cisewu, Talegong, Bungbulang, Pakenjeng dan Kecamatan Pamulihan.

Dalam pertemuan tersebut hadir juga kaum muda dari kalangan kampus, yakni Forum Aliansi Mahasiswa Garut Selatan (Foramgas) yang diwakili sekjen Foramgas, Ade Burhanudin.

Sekjen Formagas, mengatakan, otonomi daerah selatan wajib dimekarkan, sehingga harus terus diperjuangkan.

“Dari berbagai persiapan secara administrasi semua sudah di perisapkan oleh Presidum dan KP2KGS (Komite Pembentukan Pemekaran Kabupaten Garut Selatan) Sejak tahun 2003. Otonomi daerah selatan harus terus diperjuangkan,”  katanya..

Ade menegaskan, saat ini banyak gerakan-gerakan yang sudah mulai dilakukan oleh warga dan para pemuda di Garut Selatan. Di anatara gerakan yang dimaksudnya itu adalah gerakan membuka destinasi-destinasi wisata, hutan, gerakan literasi, pembuatan sekolah tinggi atau perguruan dan yang lainnya.

“Gerakan-gerakan yang sudah berjalan tiada lain merupakan sebuah bentuk sikap yang menyatakan bahwa warga Garut selatan sudah siap mekar pada tahun 2020,” tandasnya, (*)

Penulis : Tim GE

Editor  : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here