Latih Otak Kiri-Kanan, Festival Permainan Tradisional Segera Digelar

garutexpres.id- KAMP Garut Enterprises Kelompok Kreatif dan Sanggar Seni-Budaya (sebuah organisasi non-Pemerintah) bermaksud turut serta membangun dan membina budaya dan adat daerah, dalam hal ini Sunda dengan mengadakan kegiatan “Pertandingan Olahraga Tradisional (POT) dan Festival Permainan Tradisional” Tingkat Jawa Barat.

Pertandingan sekaligus festival tersebut akan digelar selama tiga hari (2,3, 4/7/2019) di Kawasan PT.Perkebunan VIII Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Ketua panitia Irno Sukarno menjelaskan, kegiatan ini sekaligus sebagai ajang seleksi bagi Provinsi Jawa Barat dalam memilih perwakilan untuk mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional yang akan diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Kemdikbud pada Oktober mendatang di Jakarta.

“Dalam kegiatan pertandingan olahraga tradisional (POT) dan Festival Permainan Tradisional Tingkat Jawa Barat akan diperlombakan dua jenis kegiatan yakni berbentuk Pasanggiri, Apresiasi dan Pengenalan, yaitu Festival Kaulinan Urang Lembur yang khusus diikuti oleh setingkat SMA/SMK/MA. Dan Pertandingan Permainan Tradisional itu sendiri akan diikuti oleh siswa/siswi setingkat SMP/MTs,” kata Irno, Jumat (12/7/2019).

Dijelaskannya, pada Festival Permainan Tradisional akan menampilkan setidaknya satu jenis permainan/kaulinan urang lembur atau lebih yang biasanya dimainkan tatkala terang bulan (Ngabungbang) dirangkai dalam sebuah Cerita (terdapat dialog dan/atau kakawihan) dengan unsur cerita dari awal sampai permainan dan akhir, dengan durasi maksimal 15 menit.

Sedangkan dalam Pertandingan Olahraga Tradisional atau disebut juga Olahraga Rekreasi akan memperlombakan pertandingan wajib sebanyak empat jenis Permainan/Pertandingan Inti, yakni Galah Ulung (Hadang), Egrang, Lari Balok (Balok Lumpat), Balap Tarumpah Panjang, serta tiga Pertandingan Eksebisi yang akan diperlombakan, yakni Alung Boyong, Slepdur (untuk Putri), dan Katepel.

“Adapun maksud dari kegiatan ini, adalah untuk melestarikan sambil mengaktualisasikan Warisan Budaya Daerah Sunda, khususnya yang terangkum dalam bentuk Permainan/Kaulinan, baik yang dipertandingkan satu lawan satu (perorangan maupun kelompok), ataupun ditampilkan secara perorangan maupun kelompok,” katanya.

Ditambahkannya, memperkenalkan bentuk dan nilai-nilai etika dalam budaya Sunda yang dipresentasikan lewat Permainan Tradisional, dan memberikan hiburan yang mendidik dan melatih sportivitas–khususnya bagi generasi muda (Nonoman) Sunda.

“Disamping untuk meningkatnya pengetahuan siswa-siswi/generasi muda tentang bentuk permainan (kaulinan) sebagai warisan budaya leluhur urang Sunda. Permainan ini banyak manfaatnya bagi para pemain, di antaranya menjaga dan melatih sinkronisasi tangan, mata dan fokus/perhatian yang akan berguna dalam meningkatan konsentrasi peserta dan menyeimbangkan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Alle
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here