Kesempatan Langka, Tiga Mahasiswa Uniga Dikirim ke Jepang

garutexpress.id- Sebuah kesempatan cukup langka kini dirasakan 3 mahasiswa Universitas Garut (Uniga). Ketiga mahasiswa merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian dari program studi Arkeologi Uniga ini dikirim ke Jepang.

Selain untuk belajar, para mahasiswa ini juga mendapatkan kesempatan untuk magang kerja di salah satu perusahaan di negeri Sakura tersebut. Para mahassiswa tersebut di anataranya Asep Husni, Cecep Candra dan Imam Mustakim.

Rektor Uniga, Dr., Ir. Abdusy Syakur Amin, M.Eng tentunya bangga dengan capaian para masiswa itu. Sebagai wujud rasa syukurnya, Rektor Uniga secara langsung melepas ketiga mahasiswa itu dengan prosesi khusus di Kampus Uniga, Jumat (5/7/2019).

Saat prosesi tampak hadir Dekan Fakultas Pertanian Uniga Dr.,Ir., H Tendy Kusmayadi, MP., Ketua LPKIJ Sakura Haryadi Supangkat (Kang Boy), Wakil Dekan I Faperta Ir. H Atak Tauhid, MP, Wakil Dekan II Faperta Ir.Dadi Nurdiana, MP., Ketua Prodi Agroteknologi Siti Syarah Maesaroh, SP., MP., Ketua Prodi Agribisnis Dr.Tintin Febrianti, SP., MP., serta para tamu undangan lainya.

”Ini merupakan pencapaian yang cukup membanggakan dan harus kita syukuri. Semoga menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk melakukan hal yang sama menimba ilmu pengetahuan sambil bekerja di negeri orang,” ungkap Syakur.

Diharapkannya, ketiga mahasiswa tesebut bisa menjaga nama baik Indonesia, bisa berprilaku jujur, disiplin, kerja keras dan selalu menjaga sopan santun sebagai jati diri bangsa Indonesia.

“Jaga kesehatan dan selalu berhati-hati. Kalian disana membawa nama baik Indonesia, apa yang kalian kerjakan nama Indonesia akan selalu melekat. Apalagi kalian seorang muslim tentunya nilai-nilai sebagai muslim harus benar-benar terjaga. Semoga dengan program ini kalian bisa membawa pengalaman dan ilmu yang bermanfaat yang bisa diterapkan di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Uniga Dr. Ir. H.Tendy Kusmayadi, MP., menyampaikan apresiasinya sekaligus ucapan terima kasih, khusus kepada Ketua LPKIJ Sakura yang telah memberi kesempatan kepada mahasiswa Faperta Uniga untuk berangkat ke Jepang.

“Ini kesempatan yang sangat berharga, andaikan saya masih muda dan memperoleh kesempatan seperti ini mungkin akan langsung saya lakukan. Pengalaman adalah guru yang terbaik dan bisanya kesempatan tidak akan datang dua kali. Alhamdullilah banyak mahasiswa Faperta Uniga yang merespon kesempatan ini dan dari seleksi yang dilakukan lulus tes 3 orang mahasiswa,” ucapnya.

Tendy berharap kesempatan magang ini bisa dipergunakan untuk menimba pengalaman dari negara Jepang yang notabene pengelolaan pertaninanya jauh lebih baik dibanding negara Indonesia. Selain itu, ketiga mahasiswa nanti bisa mengkaji kultur dan budaya masyarakat Jepang dalam bidang pertanian.

Menurut Ketua LPKIJ Sakura Haryadi Supangkat (Kang Boy) kesempatan magang ini merupakan implementasi kerjasama yang terjalin antara LPKIJ Sakura dengan Faperta Uniga.

“Semoga pelepasan mahasiswa Faperta Uniga ini bukan bentuk kerjasama yang terakhir. Justru jadi pelopor sehingga bisa memotivasi mahasiswa lain untuk melakukan hal yang sama. Kami akan terus berusaha membuka kesempatan selebar-lebarnya, tidak hanya mahasiswa Faperta tapi bagi fakultas lain yang ada di lingkungan Uniga,” tuturnya.

Dijelaskannya, pada tahun ini perusahaan di jepang membutuhkan Mahasiswa yang paham akan pertanian. Tidak menutup kemungkinan pada tahun depan bukan saja bidang pertanian tapi bisa managemen, farmasi atau bidang lainya.

“Kesempatan ini menjadi bukti lulusan Faperta Uniga sudah cukup layak bergabung bekerja diperusahaan jepang yang notabene teknologinya jauh lebih maju. Apalagi ketiga mahahsiswa ini hasil dari seleksi yang cukup kompetitif,” katanya.

Rencananya Ke 3 mahasiswa Faperta Uniga akan bertolak berangkat ke Jepang hari Senin, 8 Juli 2019. Setibanya di Jepang nanti, mereka akan langsung diperkenalkan dengan perusahaan yang akan menjadi tempat magang kerja. (*)

Penulis : Tim GE
Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here