Heboh Buku SD Mahal, Kadisdik Garut : Buku Itu Harus Dikembalikan !

Totong, Kepala Dinas Penddikan Kabupaten Garut.***

garutexpress.id- Terkait mahalnya buku pelajaran SD yang membuat orang tua siswa terbebani, membuat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Totong geram. Kadisdik  meminta pihak sekolah untuk segera menarik kembali seluruh buku pelajaran yang sebelumnya sudah terjual kepada siswanya. Menurutnya, hal itu  sesuai peraturan tidak boleh ada penjualan buku pelajaran di sekolah.

“Apapun alasannya tetap buku harus dikembalikan,” ujar Totong, Jumat (26/7/2019)

Diungkapkannya, Disdik Garut telah menerima laporan adanya orang tua siswa SD negeri yang mengeluhkan pembelian buku untuk bahan ajar dengan harga cukup tinggi. Padahal sesuai peraturan pengadaan buku untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah ditanggung pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Semua jenis buku yang dijual dan pada prinsipnya pemerintah sudah menyediakan dari dana BOS,” katanya.

Dikatakannya, Disdik Garut memanggil kepala sekolah maupun koordinator wilayah disdik di kecamatan untuk mengklarifikasi masalah penjualan buku maupun seragam sekolah.  “Dipanggil Kepala SD 5 Sukagalih, dan Gentra Masekda suruh dikembalikan (buku pelajaran/red.),” tukasya.

Totong menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak menjual buku kepada siswa karena akan membebani orang tua.  Para orang tua siswa itu tidak semuanya memiliki kemampuan ekonomi yang mapan.

Menurut Totong, sebelumnya Disdik Garut telah melayangkan surat larangan penjualan buku ke koordinator wilayah kecamatan,kepala SD dan SMP se Kabupaten Garut pada 11 Juli 2019.

“Surat tersebut menyampaikan tentang Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 11 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidik Pasal 45.  Yaitu, pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku, seragam, atau pungutan lainnya,” bebernya.

Sebelumnya, diberikatan  sejumlah orang tua siswa SD negeri di Kabupaten Garut mengeluhkan mahalnya harga jual buku pelajaran yang hampir satu juta rupiah.

Para orang tua membeli buku-buku tersebut sesuai dengan saran guru di sekolah untuk membeli buku di tempat penjualan yang sudah ditunjuk dan wajib dicatat nama siswa yang membeli buku. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here