Gara-gara Sawah Tercemar Limbah, Petani Kesulitan untuk Bayar Pajak

garutexpress.id- Warga di Garut kota kembali mengeluhkan limbah kulit Sukaregang yang mengalirir sawah mereka.  Salah satu area pesawahan yang tercemari limbah ini di antaranya di kawasan Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut kota, Kabuapten Garut.

Akibat pencemaran limbah dari industri kulit ini, area sawah yang mereka garap menjadi berwarna pekat dan menimbulkan bau yang menyengat. Dampaknya, hasil panen padi menjadi menurun, bahkan hingga gagal panen.

“Ini sudah bener-bener parah. Akibat limbah kulit Suakregang ini pertumbuhan padi jadi jelek, sudah gitu limbahnya bau dan pekat,” ujar Dede, yang merupakan petani di kawasan tersebut.

Dikatakannya, selain pecemaran lingkungan, dampak dari limbah indutri kuli Sukaregang ini juga mengakibatkan anjloknya hasil panen. Menurutnya hasil pertanian ini diakuinya membuat kesulitan untuk biaya membayar pajak.

“Ya, sawah ini kan merupakan satu-satunya sumper penghasilan petani seperti saya. Kalu sudah begini (tercemar) hasilnya jadi anjlok. Jangankan untuk membayar pajak, untuk kebutuhan sehar-hari saja sulit,” ungkapnya.

Sulitnya para petani untuk membayar pajak ini dirasakan betul oleh aparatur desa setempat. Deni Herdiana, salah seorang petugas pemungut pajak di Kelurahan setempat mengakuinya. Menurut Deni, sulitnya para petani untuk mebayar pajak ini di aantaranya karena menurunya penghasilan akibat sawahnya terdampak limbah kulit Sukaregang.

“Ya, terus terang saya sangat kesulitan memungut pajak para petani di Sumakentri ini. Salah satu alasannya karena sawah yang mereka garap tercemar limbah kuli sehingga penghasilannya menurutn drastis,” ungkapnya, Sabtu (6/7/2019).

Deni menyebut, dari luas sawah yang ada di empat Kampung, Keluarahan Sukamentri total mencapao 90 hektare.  Dari luas areal peswahan tersebut, hanya 30 hektare sawah saja yang memenuhi kewajiban membayar pajak. Sisanya yang 60 hektare, pajaknya tidak bibayarkan.  (*)

Penulis : Ahen

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here