Enggan Dipindahkan, Para PKL Pengkolan Datangi Bupati Garut

Salah seorang perwakilan PKL Pengkolan, berdialog dengan Bupati Garut, Rudy Gunawan di halaman rumah dinas Bupati, Jalan Kiansantang, Garut kota, Rabu (10/9/2019)***

garutexpress.id- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Jalan A Yani atau Pengkolan enggan dipindahkan dari kawasan tersbut.  Untuk menyampaikan ketida k puasannya, mereka akhirnya mendatangi rumah dinas (rumdin) Bupati Garut di kawasan Jalan Kiansantang, Garut kota, Rabu (10/7/2019).

Atang, pengurus Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG), mewakili beberapa rekannya sesama PKL di kawasan Jalan A Yani  sengaja mendatangi rumdin bupati untuk mempertanyakan nasibnya.

“Kami datang ke sini (rumdin bupati/red.) untuk mempertanyakan dan mencari solusi terbaik. Kalaupun dipaksakan kami harus pindah ke gedung baik gedung PKL 1 maupun 2, tidak akan jadi solusi.  Malahan bisa memperburuk ekonomi masyarakat pedagang.

Kami ingin ada solusi terbaik, makanya hari ini kami mendatangi kediaman pak Bupati,” ungkapnya.

Menurutnya, para pedagang bukan tidak mau menempati gedung PKL, namun para PKL sendiri telah merasakannya selama 8 bulan berjualan di gedung PKL. Diakuinya, selama berjualan di gedung PKL dangannya sepi pembeli, malah ada pedagang yang gulung itkar.

“Kami pernah masuk gedung PKL 1 dan 2 selama 8 bulan. Bukannya untung,  malah bayak para pedagang yang gulung tikar,” tukasnya.

Atang menyebut, gedung PKL 1 dan 2  yang berlokasi Jalan Guntur dinilainya jauh dari kata layak. Selain lokasinya yang tak strategis, juga tidak dilengkapi listrik dan air.

“ Para PKL di Jalan A Yani berjumlah 500 orang. Kalau kedatangan kami hari ini tidak ditanggapi Bupati Garut, Rudi Gunawan, maka kami akan melakukan audensi di gedung Dewan,” tandasnya.

Menanggapi para PKL Pengkolan, Bupati Garut, Rudy Gunawan dengan tegas menolak permohonan LPKLG tersebut.

” Tidak bisa, dulu saya sudah memberikan kebijakan silahkan ditata dengan baik jangan semrawut sehingga tidak terkesan kumuh. Efek dari semrawutnya pedagang (PKL) masyarakat Garut marah terhadap saya, mencaci maki saya,” katanya.

Terkait Gedung PKL, Rudy berjanji pihaknya juga akan mengevaluasi bangunan PKL baik itu gedung PKL 1 ataupun gedung PKL 2. ”Tentunya hal itu akan kita lakukan, kita akan perbaiki, seperti halnya Garut plaza,” tandasnya.

Bupati Garut menganjurkan para PKL Pengkolan, untuk sementara dipersilahkan berjualan di wilayah Ciledug atau dari Sumbersari-Ciwalen sampai ke wilayahan timur Ahmad Yani. (*)

Penulis : Tim GE

Editor  : ER

 

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here