Disnakertrans : Setiap Tahun Pengangguran di Garut Meningkat

ilustrasi

garutexpress.id- Mesikupun sejumlah perusahaan asing berdiri di Kabupaten Garut, namun angka pengangguran belum sepenuhnya bisa ditanggulangi.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Raden Tedi, dari catatan data badan statistik pada akhir 2018 lalu angka pengangguran mencapai 77 ribuan, sedangkan pada Tahun 2017 angka pengangguran sekitar 65 ribuan.

“Padahal, kami sudah berupaya menempatkan tenaga kerja di perusahaan perusahaan yang ada, serta perluasan lapangan kerja. Tahun 2017 kita sudah melakukan penempatan dan perluasan itu sebanyak tujuh ribuan. Pada Tahun 2018 sekitar 12 ribu,” ungkapnya, Selasa (9/7/2019).

Menurut Tedi, tingginya angka pengangguran di Kabupaten Garut bisa terlihat dari banyaknya pembuat surat pencari kerja di Disnakertrasn Garut. Tercatat, dalam sehari pihaknya bisa membuat 200 kartu pencari kerja atau kartu kuning.

“Pembuat kartu kuning setiap musim kelulusan sekolah selalu meningkat. Tahun 2017 itu pembuat kartu kuning 19 ribuan, begitupun pada Tahun 2018,” ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa pabrik pabrik besar yang belum lama berdiri di Garut, semisal PT. Changsin dan PT. Hoga belum mampu menampung tenaga kerja secara maksimal.

“Hoga itu baru merekrut 100 karyawan, karena mereka katanya belum punya order. Untuk Changsin bulan Juli ini akan merekrut lagi 350 karyawan dan mereka sudah minta ke kita,” katanya.

Sebagai untuk meningkatkan keahlian masyarakat Garut, Disnakertrasn akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Salahsatunya dengan mengadakan pelatihan yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK). (*)

Penulis : Tim GE

Editor   :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here