Dampak Cuaca Dingin, Puskesmas Peundeuy Catat 140 Warga Terserang Flu Berat

ilustrasi. Foto: ISTIMEWA.

garutexpress.id- Cuaca dingin eksrtim dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan dampaknya. Di kawasan selatan Garut, tepatnya di wilayah Kecamatan Peundeuy, seratusan lebih warga terserang flu berat hingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.

Menurut catatan di Puskesmas Peundeuy, dalam rentang bulan Juni 2019 sedikitnya ada 140 warga yang terserang flu berat terdampak cuaca dingin. Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT Puskesmas Peundeuy, Mahmud S, Kep.,  Ners, M. Si., saat dijumpai garutexpress.id, di kantornya, kawasan Kampung Pacing, Desa Peundeuy, Keucamatan Peundeuy, Kabupaten Garut.

“Dalam rentang bulan Juni (2019) ada 140 warga yang terserang flu berat. Dan di antaranya ada yang harus mendapatkan perawan intensif,” ujar Mahmud, usai memeriksa pasien yang terserang flu berat yang harus dirawat inap di Puskesmas Peundeuy, Selasa (23/7/2019).

Dijelaskannya, penyakit flu berhubungan dengan virus. Sementara untuk cuaca dingin yang bisa menyebabkan flu (berat) adalah seseorang dengan riwayat alergi dingin. Ia juga berpesan, untuk mengantisipasi serangan flu dari dampak cuaca dingin dengan beberapa hal, di antaranta melindungi tubuh dengan pakaian tebal dan pola hidup sehat.

“Untuk menghindari dampak cuaca dingin gunakanlah masker, jaket, selimut dan yang lainnya. Hindari juga kontak dengan penderita flu saat bersin karena penularannya melalui udara. Disamping itu, pola hidup sehat harus diperhatikan. Olahraga, makan makanan bergizi, itu bisa memperkuat imun tubuh terjangkit penyakit,” jelasnya.

Sementara itu, disinggung terkait biaya untuk pasien yang tak memiliki KIS atau BPJS, Mahmud menyebut, memang untuk pasien yang harus dirawat inap di Puskesmas dan tak memiliki KIS atau BPJS dikenakan biaya. Menurutnya, untuk biaya rawat inap di Puskesmas sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) No. 1172 Tahun 2015, sebesar Rp 120 ribu.

“Ya, biaya untuk pasien yang dirawat inap dan tak memiliki KIS atau BPJS, sesuai Perbup 1172 Tahun 2015, baiayanya sebesar Rp 120 ribu. Nah, untuk pasien yang memilki KIS atau BPJS namun rujukan rumah sakit atau puskesmasnya ingin dipindahkan. Gampang saja, kartu KIS atau BPJS nya tinggal dimutasikan ke Puskesmas atau rumah sakit yang dinginkan, itu bisa diurus di kantor BPJS setempat,” ungkapnya.

Menurut Mahmud, untuk tarif rawat inap pasien di UPT Puskesmas Peundeuy, variatif, sesuai dengan ruangan yang telah ditentukan. Layaknya di rumah sakit dengan ruangan yang ada kelas-kelasnya.

Di UPT Puskesmas Peundeuy sedikitnya ada empat ruang rawat inap pasien dengan  yang diberi nama dengan nama-nama bunga. Keempat ruang rawat inap pasien dengan tarif bervariasi tersebut di antaranya, Ruang Aster bertarif Rp 120 ribu, Anyelir Rp Rp 150 ribu, Azalea Rp 175 ribu dan yang paling mahal di Ruang Amarylis, di ruang yang disebut terakhir ini pasien yang dirawat inap harus merogoh kocek sebesar Rp 250 ribu. (*)

Penulis : Kang Cep

Editor   : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here