Tingkatkan Budaya Literasi, Muda-mudi di Bungbulang Dirikan TBM

Sejumlah muda-mudi menggelar lapak bacaan buku-buku di Alun-alun Bungbulang, Garut, belum lama ini./ foto: Sidqi Al Ghifari/GE.***

garutexpress.id – Sebagai upaya meningkatkan budaya baca dan ”melek” literasi, sejumlah pemuda-pemudi mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kampung Cipeundeuy, Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Rabu (28/05/2019).

Pendirian taman baca di kawasan Garut selatan tersebut bertujuan menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap bacaan sekaligus mengikis kurangnya minat baca di masyarakat.

Iwan Ridwan, pembina TBM menuturkan pembangunan TBM tersebut hasil kerjasama dengan semua elemen masyarakat Kampung Cipeundeuy.

PARA santriwan dan santriwati berpose bersama, mereka adalah pelopor budaya literasi di kawasan Bungbulang, Garut.***

“Ya, semua bahan bangunan murni hasil dari iuran masyarakat, dan untuk pengadaan buku-buku, kami masih mencari donatur  yang siap menyumbangkan buku untuk dimasukan ke TBM ini,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, pihaknya saat ini sangat membutuhkan bacaan anak seperti novel anak, buku sejarah dan dongeng.

TBM tersebut juga membuka kegiatan lain disamping kegiatan membuka taman bacaan, seperti diskusi sastra,  puisi, “ngamumule lembur.”  Disamping itu ia juga menggelar lapak buku rutin di Alun-alun Bungbulang setiap hari libur.

“Kami melapak buku rutin di Alun-alun, guna menjemput bola bagi masyarakat yang sulit menjangkau TMB kami,” jelasnya.

Pergerakan literasi tersebut di apresiasi oleh penikmat sastra di Kabupaten Garut, Sururri Purawinata. Menurutnya  gerakan TBM patut ditiru oleh warga Garut lain.

“Kita hidup di kota, sangat besar peluang kita untuk dapat mengakses bacaan apapun, tapi saya perhatikan khususnya di pusat kota.  Tidak ada gerakan literasi yang rutin mengkampanyekan dunia baca. Kita kalah semangat dengan gerakan di daerah,” ungkapnya.

Diharapkannya, komunitas-komunitas literasi di Garut konsisten mengkampanyekan budaya baca dan sabar dalam setiap gerakannya. “Harus sabar dan konsisten, karena menumbuhkan budaya baca itu perlu usaha dan kampanye bertahun lamanya,” tegasnya (*)

Penulis :  Sidqi Al Ghifari

Editor   :  ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here