Garut Minim Wasit Sepakbola, Askab PSSI Gelar Kursus Berlisensi C

SUASANA kursus kepelatihan lisensi C3 dan C2 di Hotel Agusta Cipanas, Garut, Jumat (12/04/2019)/ foto: Alle./GE.***

garutexpress.id- Kabupaten Garut sangat kekurangan wasit sepakbola. Data saat ini jumlah wasit yang ada kurang dari 50 orang sedangkan yang aktif hanya sekitar 25 orang. Sementara kebutuhan sangat mendesak apalagi Askab PSSI Garut akan menjalankan kembali roda kompetisi Liga Garut.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut, Dadan Suhanda, di Sekretariat PSSI Askab Garut, Senin (14/4/2019).

Atas dasar itu, Askab PSSI Garut mengadakan kursus kepelatihan lisensi C3 dan C2 selama sepekan di Hotel Agusta Cipanas, Minggu lalu. “Alhamdulillah pesertanya datang dari Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, bahkan ada yang dari Padang Sumatra Barat. Namun sayangnya jumlah peserta wasit dari Garut juga yang mengikuti kursus ini hanya sekitar 25 orang,” ujarnya.

Menurut Dadan yang juga Ketua Panitia kursus wasit tersebut, menuturkan, kebutuhan wasit di Garut ini cukup mendesak, karena rencananya selepas Lebaran Iedul Fitri, atau sekitar bulan Juni mendatang akan digelar Liga Garut, yang banyak memerlukan wasit.

“Nanti sekitar Juni tepatnya selepas lebaran, akan digelar Liga Garut, yang pesertanya itu voter Askab sebanyak 61 tim. Kebayang jumlah pertandingan sebanyak itu tentunya memerlukan wasit yang cukup banyak,” tuturnya.

Dadan menyebutkan, sengaja menyelenggarakan kursus wasit ini di Garut dengan maksud agar peserta dari Garut bisa banyak yang ikut, dan ada perwakilan dari tiap kecamatan. “Sayangnya mereka terbentur oleh biaya. Dari 25 peserta dari Garut ini beberapa di antaranya terpaksa saya biayai dengan uang saya sendiri. Sebab minta bantuan ke Pemkab Garut pun katanya tidak ada anggaran,” paparnya.

Ditambahkannya, kursus wasit di Garut ini cukup istimewa, karena peserta diberikan materi caracter building, agar memiliki integritas tinggi sebagai pengadil di tengah lapangan.

“Di Garut ini luar biasa, beda dengan penyelenggaraan wasit di daerah lain. Kami sengaja memberikan materi caracter building, supaya mereka punya itegritas. Jamgan sampai ada yang terlibat kasus mafia wasit lagi,” ujarnya.

Adapun peserta kursus wasit ini berlatar belakang profesi yang berbeda, mulai yang berprofesi sebagai guru, petani, buruh dan lain-lain, termasuk juga dari kalangan PNS. Peserta terjauh datang dari Padang Sumatra Barat, jember, Malang, Surabaya, kalau tersdekat Ya Jawa Barat, dan lain lain.
“Ada juga peserta wanita, tiga orang dari Garut dan tiga dari luar Garut,” jelasnya.

Sedangkan pemateri terdiri dari mantan wasit yang memiliki lisensi FiFA di antaranya, Haji Mulyana sobandi, Amir Budi, dan Ayu Daud. Garut sendiri baru memiliki satu orang wasit berlisensi C1 Nasional, yakni Feri Permana yang berkiprah di Liga 1 Indonesia. Kursus yang dimulai 8 April 2019 itu resmi ditutup oleh Wakil Ketua Askab PSSI Garut, Dadan Suhanda, Jumat (12/04/2019) (Alle)***

Editor : ER.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here