Dispora Tak akan Tambah Anggaran, Soal Bonus Atlet jadi Polemik

H.M.Yusup Safari (Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut./ foto: Alle/GE.***

garutexpress.id- Penolakan pemberian bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi Kabupaten Garut di ajang Porda Bogor XIII 2018 menuai. Pasalnya, Dispora keukeuh  tidak akan menambah anggaran yang sudah disediakan sebesar Rp 900 juta.

Sementara pihak KONI keukeuh ingin ada penambahan sesuai dengan nilai yang diajukan, yakni Rp 1,4 miliar. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, H.M.Yusup Safari berharap, bonus sebesar Rp 900 juta itu dapat diterima apa adanya sesuai dengan kemampuan kas daerah.

“Memang benar KONI mengajukan Rp 1.4 miliar. Sedangkan Pemkab Garut hanya mampu memberikan dana sebesar Rp 900 juta, termasuk untuk bonus atlet berprestasi Asian Games, Popda dan Popesda. Memang kemampuan Pemkab (Garut) hanya segitu. Mestinya, ya terima saja jadi jangan disamakan dengan daerah lain,” kata Yusup, didampingi Kabid Kemitraan Sarana Prasarana Dispora Garut, H. Yana Kuswandi di Kantor Dispora, Selasa (23/4/2019).

Yana menambahkan, jika dana itu tidak diterima maka akansegera dikembalikan lagi ke kas daerah. “Jika KONI ingin meminta tambahan silahkan mengajukan lagi. Tetapi pengajuan itu tidak mudah begitu saja akan segera dipenuhi, karena butuh proses panjang. Dan itu akan terjawab pada anggaran perubahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Kabupaten Garut, Bidang Umum, H. Rizal Syam mengatakan, seharusnya Dispora itu mengadakan komunikasi dulu dengan KONI sebelum menentukan angka. Karena bonus yang diajukanKONI dengan realisasi dari Dispora sangat jauh berbeda, terutama pada nilai bonus untuk pelatih.

Rizal menyebutkan, besaran bonus yang diajukan KONI tidak jauh berbeda dari bonus yang diterima oleh atlet peraih medali pada Porda ke XII Bekasi. Untuk peraih medali emas Rp 35 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Sedangkan untuk pelatihnya, setengah dari bonus atlet.

“Akan tetapi Dispora akan memberikan Rp 30 juta untuk peraih medali emas, Rp 9 juta untuk perak, Rp 5 juta untuk perunggu, dan untuk pelatih Rp 2,5 juta. Sedangkan dalam salah satu cabor terdapat dua atau tiga pelatih. Masa Rp 2,5 juta dibagi tiga orang. Makanya dalam beberapa hari ke depan kami akan mengadakan pertemuan dengan pengurus KONI.  Selanjutnya dengan Dispora, mungkin setelah Pak Syakur pulang Umroh,” ujar Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Garut, saat ditemui garutexpress.id di kantor KONI, Jalan Cimanuk , Garut,  Selasa (23/4/2019). (Alle)***

Editor: ER.


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here