Catatan Bawaslu Garut Kawal Pemilu 2019 : Seorang Meninggal, 10 Orang Sakit

Perjuangan para petugas TPS di kawasan Garut selatan, merka harus memikul kotak kotak suara untuk di distribusikan ke beberapa perkampungan pinggiran, Rabu (17/04/2019) lalu.***

garutexpress.id  – Perhelatan Pemilu 2019 begitu menguras energi para petugas penyelenggara. Bahkan di beberapa wilayah ada di antara petugas yang sampai meninggal dunia hanya demi menjaga TPS.

Sementara itu, menurut catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, ada seorang pengawas tingat desa yang meninggal karena sakit dan 10 orang petugas TPS tercatat masih sakit karena kelelahan.

“Untuk di Garut yang meninggal pada saat masa tenang 1 orang panwaslu desa. Sementara 10 orang pengawas TPS sakit akibat kelelahan,” ujar komisioner Bawaslu Garut, Ahmad Nurul Syahid kepada wartawan di kantornya, Jalan Pramuka, Garut Kota, Selasa (23/4/2019).

Dijelaskannya seorang anggota panwas tingkat desa yang meninggal adalah Asep Sumer yang bertugas mengawasi pemilu di Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi.

“Ya, Asep meninggal Senin (15/4), saat masa tenang pemilu akibat kelelahan. Mungkin salah satu faktornya karena kelelahan. Tapi almarhum sempat sakit dan dirawat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selain Asep, ada juga 10 orang petugas pengawas TPS yang sakit. Mereka tersebar di sejumlah TPS di 42 kecamatan di Garut.

“Rata-rata dari mereka sakit setelah proses pemungutan suara. Mereka semuanya sakit typus akibat kelelahan,” ujarnya.

Ahmad mengimbau, para petugas pengawas pemilu di lapangan agar memperhatikan kesehatan dan selalu berkoordinasi dengan tim medis yang ada di lokasi.

“Kami mengingatkan untuk selalu jaga kesehatan. Jika sudah merasa kelelahan bisa memanfaatkan waktu untuk istirahat dan selalu konsultasi sama tim medis,” pungkasnya. (Memphis)***

Editor: ER.


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here