Yayasan Broker Sedekah Garut Renovasi Rumah Seorang Buruh Cuci

ANGGOTA Menwa dan Komunitas Berbagi Nasi Garut bergotong-royong bersama warga setempat turut merenovasi atap rumah milik Titin Sumiarti yang diprakasai Yayasan Broker Sedekah Garut. (Foto : Deva Yulianti)***

garutexpress.id –  Titin Sumiarti (40), kini bisa bernafas lega. Pasalnya, impian agar rumahnya tidak bocor dan banjir lagi segera terwujud. Ya, rumah kecil yang dihuni buruh cuci yang akrab disapa Awang itu sedang direnovasi oleh Yayasan Broker Sedekah Garut (YBSG).

Volunter YBSG, Uul Almuztahid , mengatakan, ia dan para pengurus lainnya merasa terenyuh ketika melihat kondisi rumah Titin Sumiarti yang kecil, kumuh dan pengap. Rumah yang terletak di Kampung Pamuruyan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, itu sangat tidak layak huni. Kondisi gentingnya bocor di sana-sini. Sehingga, bila turun hujan, seisi rumah kebanjiran.

“Awalnya kami mendapat informasi dari warga. Setelah dicek, ternyata benar. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan,” terang Uul kepada garutexpress.id, Kamis (8/3/2019).

Kemudian, seluruh pengurus YBSG dikerahkan untuk menggalang bantuan. Setelah dana awal terkumpul, barulah mereka berani membongkar atap rumah Titin. Berbekal ucapan bismillah, tepatnya pada Rabu (7/3/2019) renovsi dimulai.

“Kami dahulukan merehab atap rumahnya. Soalnya itu yang paling urgent. Dindingnya kita naikkan beberapa bata, agar tidak terlalu pengap. Nanti, kalau ada sisa anggaran, rencananya akan kami dahulukan mengganti pintu dan lantai,” imbuh Uul.

Dari RAB sebesar Rp 8,6 juta, dana yang sudah terkumpul memang baru Rp 5,15 juta. Karena itu, YBSG masih harus berfikir keras untuk menutupi kekurangannya.

Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dari Komunitas Berbagi Nasi dan Resimen Mahasiswa Garut. Pengurus YBSG dan warga setempat juga ikut bergotong-royong dalam pelaksanaanya. Sehinga anggaran tenaga kerja bisa dikurangi. Paling kami hanya membayar tukang,” beber Uul.

Karena itu, YBSG berharap ada dermawan yang peduli membantu kelancaran kegiatan sosial ini. Bagi yang berkenan, bisa langsung datang ke Sekretariat YBSG di Kampung Waas Tonggoh,  Desa Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Atau bisa langsung transfer ke nomor rekening atas nama Yayasan Broker Sedekah Garut, BRI 0025-01-018120-53-7.

Menanggapi bantuan YBSG, Titin Sumiati tak dapat berkata-kata. Ia hanya mampu menampakkan haru gembiranya lewat air bening di sudut kedua matanya. Sunggingan senyum bahagia, itulah ungkapan terima kasihnya kepada YBSG yang telah mewujudkan impiannya.

Selama ini, Titin sendiri hidup dengan keempat anaknya. Anak tertuanya kini duduk kelas IX SMP, si kembar kelas V SD, dan yang paling kecil baru masuk PAUD.

Meski hidup serba pas-pasan, untuk urusan pendidikan anak-anaknya, Titin selalu mengutamakan. Dengan mengenyam pendidikan yang tinggi, Titin berharap nasib kehidupan mereka kelak bisa lebih baik lagi.

Agar dapurnya tetap ngebul, selama ini Titin bekerja sebagai buruh cuci dengan upah Rp 30 ribu per hari. Pekerjaan itu pun dilakoninya tiga hari sekali.

Titin memang masih punya suami yang sekarang bekerja di Jakarta menjadi tukang cilok. Sang suami hanya pulang kerumah dua bulan sekali dengan membawa penghasilan alakadarnya.

“Neng,  ibu mah menerima apa yang dikasih suami. Mungkin di sana dia harus ngontrak perlu biaya makan dan lainya. Ibu tetap sabar dan tidak ada niat sedikitpun untuk berpisah dengan suami,” ungkap Titin dengan nada tegar. (Deva Yulianti)***

Editor : SMS


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here