Tari Lenso Siswa SID Pukau Penonton Pentas Hiburan “the 82 Araw ng Davao”

PARA siswa Sekolah Indonesia Davao saat menghibur penonton Sister Cities Trade Expo & Exhibit yang digerlar di mall SM Lanang Premier, Davao, Filipina Selatan, Minggu (17/3/2019) siang waktu setempat. (Foto : Dok. SID).***

garutexpress.id – Tari Lenso yang disajikan para siswa Sekolah Indonesia Davao (SID), mampu memukau ribuan penonton Sister Cities Trade Expo & Exhibit yang digerlar di mall SM Lanang Premier, Davao, Filipina Selatan, Minggu (17/3/2019) siang waktu setempat.

Tari percintaan dari daerah Minahasa dan Maluku yang dibawakan oleh 10 remaja pria dan wanita itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton yang menyaksikan pentas hiburan dalam rangka “the 82 Araw ng Davao” (Hari Jadi Kota Davao ke-82).

Tak hanya itu. Salah seorang siswi kelas XI SID, Erika, dengan suara merdunya berhasil memaksa penonton bertepuk riuh di ujung penampilannya. Lewat lagu daerah Sulawesi Utara  “O Ina Ni Keke” dan “Tanah Airku Indonesia”, Erika seakan ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni budaya tradisional yang begitu beragam.

 

KEPALA Sekolah Indonesia Davao (SID), Drs. Agus WF, M.Pd, (baju batik), saat mengikuti karnaval dalam rangka “the 82 Araw ng Davao” . (Foto : Dok. SID)***

KJRI Davao City dan SID turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan “the 82 Araw ng Davao”. Salah satunya kegiatan Sister Cities Trade Expo & Exhibit yang berlangsung di SM Lanang Premier, 15-17 Maret 2019. Kegiatan tersebut, juga diikuti sejumlah perwakilan negara lainnya yang ada di Davao. Di antarannya Jepang, China, dan Malaysia.

Sebelumnya, KJRI Davao City dan SID  juga turut memeriahkan karnaval dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Davao yang diikuti sebanyak 400 peserta. Mereka tampil mengenakan batik dan pakaian tradisional berbagai daerah di Indonesia.

Di sepanjang perjalanan, para duta Indonesia itu mendapat sambutan meriah dari warga setempat. Parade yang juga menampilkan aneka kendaraan hias itu berlangsung dari Roxas Street hingga City Hall (Balai Kota) Davao sejauh 3 km.

Para peserta harus sudah berkumpul sejak pukul 05.00, meski parade baru dimulai pukul 06.00 waktu setempat. Saat parade, Kontingen KJRI berada diurutan ke-9 setelah Konjen Jepang.

“Sekolah Indonesia Davao (SID) – Filipina, sebagai salah satu dari 12 Sekolah Indonesia di luar negeri, bukan hanya menyelenggarakan pendidikan yang bersifat akademis saja. Lebih dari itu, mempunyai fungsi untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme bagi anak-anak Indonesia yang lahir, tumbuh, berkembang di Filipina Selatan,” kata Kepala Sekolah Indonesia Davao, Drs. Agus WF, M.Pd, kepada garutexpress.id, Senin (18/3/2019).

“Kami adalah duta-duta kecil dari bangsa yang besar,” pungkas kepala sekolah Asgar (Asli Garut) ini.

Karena itu, momentum seperti peringatan Hari Jadi Kota Davao atau event lainnya, senantiasa mereka manfaatkan sebagai wahana untuk memperkenalkan khazanah budaya Bangsa Indonesia kepada dunia. (SMS)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here