Sukses Menjadi TKI di Brunei, Raup Untung dari Bisnis Akar Wangi

Yusuf Nuryana, saat menerima penghargaan sebagai sebagai TKI inspiratif dari menteri tenaga kerja, Hanif Dakiri, beberapa waktu yang lalu.***

garutexpress.id –  Meraup untung dari bisnis akar wangi memang terbukti mewangi.  Hal tersebut dibuktikan oleh Yusuf Nuryana, salah seorang pengusaha sukses asal Kampung Kiarapayung, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Yusuf yang sebelumnya sempat mengadu nasib sebagai TKI di negeri Jiran, Brunei Darussalam,  akhirnya banting setir untuk memilih jalan bisnis. Dengan keuletannya menjalani usaha baru tersebut, Yusuf pun menuai sukses di bidang usaha handycraft ( kerjainan tangan) yang berbahan baku akar wangi.

Dari keuletan bisnisnya  di bidang kerjainan ini Yusuf berhasil membangun usahanya. Kini Yusuf bisa memberdayakan warga sekitar sebagai pekerja dalam usaha ruamahannya. Dengan dibantu enam orang karyawan, ia bisa meraup laba bersih Rp 10 Juta per bulannya.

Kerjaninan tangan hasil kreasil Yusuf Nuryana, siap dipasarkan.***

Dalam menjalankan usahanya, Yusuf bukan tanpa kendala. Salah satunya belum mimiliki pasar yang stabil.  Namun kendala itu bisa dihadapinya,  sehingga bisnisnya berjalan relatif lancar. Sedikitnya ada sekitar 16 macam kerajinan akar wangi hasil kreasinya.

“Ya, suka dukanya banyak, karena memang akar  wangi ini memiliki pasar khusus. Misalnya para pelanggan dari kawasan Arab. Mereka bisa memesan sajadah dari akar wangi. Saya juga memanfaatkan medsos untuk memasarkan produk, sistemnya pre-order,” ungkap Yusuf, saat djumpai gartutexpress.id di kediamannya,  Senin (11/03/2019).

Akhirnya, kesuksesan Yusuf Nuryana di bidang wirausaha akar wangi ini mendapatkan respon postiif dari pemerintah.  Pada tahun 2018 lalu, ia mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Garut. Yusuf dianugrahi penghargaan sebagai pelaku  UMKM terbaik tahun 2018 dari Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Selain dari Bupati, sebelumnya penghargaan pun diterima Yusuf dari majalah Tempo dengan katagori penghargaan purna TKI Inspiratif 2016. Bahkan, saat menerima penghargaan sebagai TKI inspiratif, Yusuf mendaptkan kehormatan khusus yang diserahkan langsung oleh  oleh menteri tenaga kerja, Hanif Dakiri, pada saat itu.

Beberapa kerajinan tangan berbahan baku akar wangi yang siap dipasarkan di jejaring media sosial.***

Seperti diketahui, Akar wangi  (Chrysopogon zizanioides syn Vetiveria zizanioidesAndropogon zizanioides) adalah sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan sejenis dauh sereh ini dapat tumbuh sepanjang tahun. Di Kabupaten Garut sendiri, akar wangi banyak dibudidayakan di kawasan Kecamatan Pasir Wangi dan sekitarnya.

Tumbuhan ini telah dikenal orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian. Akar wangi termasuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan serai atau padi.

Secara tradisional akar wangi dikenal sebagai bahan pengharum lemari penyimpan pakaian atau barang-barang penting, seperti batik dan keris. Aroma wangi ini berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan pada bagian akar.

Selain sebagai bahan baku utama pengharum atau minyak wangi, di Kabupaten Garut akar wangi ini juga dikembangan sebagai bahan baku kerjaninan tangan. (Agus Muhram)***

Editor: ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here