Seorang Pria Ditemani Pocong saat Difoto di Jalan Cikapundung Bandung?

garutexpress.id – Foto seorang pria ditemani sesosok mahluk menyerupai pocong beredar di sebuah grup Wattaps.

Dalam foto tersebut, sang pria tampak sedang duduk di kursi kayu sambil memandang ke arah berlawanan dengan mahluk astral tersebut.  Ia seolah tidak menyadari bila dirinya sedang dipandangi sosok bermuka pucat dengan kelopak mata berwarna hitam.

Melihat latar belakang tempatnya, sepertinya lokasi pengambilan foto di kawasan pinggir jalan (trotoar). Dan itu tentu bukan foto selfi. Gambar tersebut diambil oleh orang lain yang berada lebih dekat ke sosok yang mirip mahluk astral tersebut.

Adalah Ela Halimin yang mengabadikan gambar pocong di siang bolong tersebut. Ia sengaja mengabadikannya karena unik. Gambar diambil di bilangan Jalan Cikapundung, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019) siang.

Itu memang bukan pocong beberan. Adalah Nana (22), warga Lengkong Kecil, Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Sejak tahun 2013, pria asal Sumatera Utara itu mengais rejeki dengan berkostum dan make up ala pocong.

“Ya, karena sulit mencari pekerjaan, dan saya tidak punya skill yang lain, akhirnya saya memilih pekerjaan ini,” terang Nana kepada garutexpress.id, Sabtu (23/3/2019).

NANA (22), sesekali tersenyum sambil menjawab pertanyaan dari garutexpess.id, saat di wawancara di Jalan Cikapundung, Kota Bandung, Sabtu (23/3/2019).***

Dari hasil “nongkrongnya” di trotoar jalan, dalam sehari setidaknya Nana bisa mengantongi Rp 100 ribu. Hasil yang cukup lumayan bagi seorang bujangan seperti Nana. Tetapi, kalau suasana sedang ramai, penghasilannya bisa mencapai Rp 150 ribu/hari.

Related Post

Pekerjaan Nana sederhana. Ia hanya duduk-duduk di atas salah satu kursi kayu yang ada di Jalan Cikapundung. Di samping tempat duduknya  ia simpan celengan  terbuat dari ember kecil yang dimodifikasi.

Maksudnya agar orang yang akan memberikan uang tidak kebingungan. Tinggal memasukan ke wadah tersebut. Sebab, tubuh dan kedua tangan Nana terbalut kain putih menyerupai kafan.

“Biasanya, kalau ada orang yang minta difoto bareng, mereka suka ngasih uang. Saya tidak pernah meminta, apalagi memaksa. Kalau ada yang ngasih, berapa saja seikhlasnya,” terang Nana.

Selama melakoni karier sebagai artis jalanan, Nana mengaku tidak pernah ada yang berani menggangu. Ia pun belum pernah kena razia Satpol PP.

Tetapi, bukan berarti Nana betah dengan pekerjaan tersebut. Kalau ada profesi yang lebih baik, ia bertekad banting stir.

“Ya, tentu lah. Saya juga ingin punya pekerjaan yang lebih baik,” pungkasnya. (SMS)***


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.