Rhie Brothers, Peraih Emas Gulat PON XIX Berharap Jadi ASN

Heri Fadli Hukmi Wibiksana

garutexpress.id – Menjadi pegawai negeri memang selalu menjadi idaman banyak orang. Ya, termasuk Heri Fadli Hukmi Wibiksana. Pegulat kelahiran Garut, 17 Juli 1993, yang dikenal dengan julukan Rhie Brothers ini, berhadap mendapat kesempatan membaktikan karier keguruannya dengan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ya, supaya tidak harus pusing-pusing mencari uang bulanan. Sekaligus sebagai pengabdian saya di dunia olahraga,” ungkap peraih medali emas cabor gulat PON XIX di Bandung (2016), saat ditanya alasannya ingin jadi ASN.

Sejak tahun 2016, Heri sudah membaktikan diri menjadi guru honorer di SMPN 2 Kersamanah, Kabupaten Garut. Bahkan, sarjana S1 FPOK UPI Bandung ini juga tercatat sebagai Sarjana Penggerak Pendamping Pembangunan Olahraga (SP3OR).

Tentu, Fadli – sapaan akrab penggemar burung kacer ini, amat berharap prestasi yang disumbangkannya demi Kabupaten Garut dan Provinsi  Jawa Barat di ajang PON XIX mendapat apresiasi dari pemerintah. Apalagi karena sekarang ia sudah punya beban tanggungan keluarga. Sisca Yuliania, sang istri tercinta.

“Saya dengar, atlet lain yang meraih emas di ajang PON katanya sudah ada yang diangkat jadi PNS?” ungkap penggemar jengkol ini, seakan ingin memastikan informasi yang didengarnya.

Sayang, sewaktu ada perekrutan CPNS tahun 2018 lalu Heri sedang mengikuti event Porda Jabar XIII Jabar di Bogor. Karena konsen belatih, pengagum Ariel Noah ini tidak sempat ikut mendaftarkan diri. Beruntung, pengorbanannya tidak sia-sia. Pada event tersebut, Heri berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kabupaten Garut dari nomor gaya bebas kelas 86 kg.

Adapun prestasi lainnya yang sempat diraih putra kedua pasangan Riana Abas dan Heske Agustin L ini antara lain juara I Indonsia Open Gulat 2015. Merebut gelar kampiun pada kejuaraan Gulat Senior se-Indonesia di tahun yang sama. Pada ajang Porda XII Jabar 2016 di Bekasi, Heri juga berhasil mempersembahkan medali emas untuk Kontingen Garut dari nomor gaya bebas kelas 74 kg.

Sekarang, Heri sudah menyatakan pensiun sebagai atlet. Kiprah kariernya diestafetkan kepada sang adik, Reyna Fadli. Heri sendiri mulai mencoba mengikuti jejak sang ayah, menekuni profesi sebagai pelatih. Sang ayah, Riana Abas, bahkan sempat tercatat sebagai koodinator pelatih gulat nasional.

“Ada sekira 15 atlet yang sedang saya bina. Tempatnya di aula sekolah (SMPN 2 Kersamanah). Saya juga membuka tempat latihan di Cipatik, di yayasan milik keluarga saya,” terang Heri kepada garutexpress.id, Jumat (15/3/2019).

Heri berharap, melalui kiprahnya sebagai pelatih, ia bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan cabor gulat di Kabupaten Garut. Ia juga mengaku bersyukur, karena Kepala SMPN 2 Kersamanah, Iwan Ridwan, S.Pd, mendukung penuh kegiatan ekstra kurikuler gulat yang diprakarsainya. (SMS)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here