Relawan Rumah Djoewang Brigade 02: Aparatur Negara Harus Jaga Netralitas

Ketua Umum Relawan Roemah Djoeang Brigade 02 Garut, Yusuf Supriadi (baju putih) berpose dua jari bersama rekannya di depan baligo bergambar capres-cawapres 02.***

garutexpress.id  – Heboh kelander bergambar Jokowi yang dibagikan baru-baru ini oleh pendamping program keluarga harapan (PKH) di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut mendapat reaksi keras dari Relawan Roemah Djoeang Brigade 02.

Ketua Umum Relawan Roemah Djoeang Brigade 02 Garut, Yusuf Supriadi mengharapkan para aparatur negara bersikap netral dalam Pemilu 2019. Diakuinya, relawan capres 02 di Kabupaten Garut telah mendapatkan infromasi terkait pembagian kalender yang dibagikan pendamping PKH.

“Ya, informasi dari tim relawan, teman – teman di medsos, maupun di grup terkait pembagian kalender ini,” ujart Yusuf, saat ditemui awak media kantornya di Jalan Suherman, Rabu (27/3/2019).

Meski demikian, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan bukti fisik kalender yang heboh tersebut.”Uang negara itu ya uang rakyat, siapapun presidennya harus menjalankan amanat Undang-Undang, melalui pemerintah,”tandasnya.

Dikatakan Yusuf, jika memang ada oknum pendamping PKH atau perintah dari oknum pimpinan atau memang disengaja sebagai sarana untuk kampanye, itu akan mencitrakan demokrasi yang tidak sehat.

“Saya pikir ini akan memcitrakan demokrasi yang tidak sehat. Seyogyanya demokrasi ini tidak dikotori dengan hal – hal yang tidak baik. Baik dari pasangan 01 maupun 02. Kita berharap kompetisi ini menjadi kompetisi yang sehat,” katanya.

Diharapkannya aparatur negara seperti Aparat Kepolisian, TNI, PNS, Kepala Desa melalui surat edaran Kapolri dengan No Surat KS/DEN C 04/III/2019/DIVPROPAM. Seluruh aparat pemerintahan untuk bisa menjaga netralitasnya dalam pemilu. (Tim GE)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here