Potensi Wisata Kampung Bolem Dilirik Budayawan Garut

Abang Anton Galuma di tengah suasana Kampung Bolem, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, baru-baru ini./foto: Doni/GE.***

garutexpress.id – Budayawan asal Garut, Abang Anton Galuma A.Md., Kom., melirik potensi besar dibalik alaminya suasana Kampung Bolem, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Abang Anton yang merupakan ketua Paguyuban Putra Sanghiang Padjajaran, menyebut bahwa Kampung Boleum setelah melalui pase penelitian, dinilainya layak menjadi destinasi wisata.

Kampung Boleum merupakan sebutan melekat turun-temurun. Bolem, merupakan nama yang disingkat dari Bojong Lembur. Di kampung ini, warga tampak hidup rukun berdampingan. Budaya gotong – royong dan saling mengasihi masih terasa kental di kampung ini.

Uniknya, di kampung ini diketemukan beberapa unit rumah tua yang diduga berumur ratusan tahun. Di sekitar wilayah itu, masih lestari beberapa jenis permainan rakyat khas anak-nak zaman dulu, seperti Gongklak, Gobak Sodor, Galah, dan beberapa permainan tradisonal lainnya.

“Ya benar, hasil dari beberapa waktu lamanya kita jelajahi wilayah Kampung Boleum, ternyata tersimpan potensi wisata yang bisa dikembangkan,” ujar bang Anton, kepada garutexpress.id disela kegiatannya menjelajah sudut Kampung Boleum, baru-baru ini.

Bersama unsur pejabat kabupaten dan masyarakat sekitar, rencana ini digarap serius demi kemajuan masyarakat sekitar dari berbagai aspek. Anton membenarkan jika di wilayah tersebut masih terdapat beberapa nilai seni dan budaya buhun (klasik).

Selama proses penelitian, pihaknya dibantu kepala desa, tokoh masyarakat serta warga sekitar Boleum yang dikenal ramah. Keberadaan rumah tua dengan bentuk orisinil plus permainan anak jaman dulu, kata Anton, memang masih lestari di kampung ini.

“Ada rumah milik Nek Masitoh peninggalan leluhur sebelumnya, Abah Hanapi. Namun meski sudah dirunut sejarahnya, tetap tidak ada yang dapat memastikan di jaman apa rumah tersebut dulu mulai dibangun,” ungkapnya.

Selain terdapat rumah tua, sejumlah permainan klasik pun dibenarkanya masih dianut ditempat ini. Keuniknya, beberrap permainan tardisional tersebut dimainkan di bagian kolong rumah yang selalu terjaga kebersihanya.

“Ada sebuah cita – cita besar yang kini sedang berusaha kita wujudkan bersama. Saya harap berhasil dan sukses. Luar biasa ketika melirik  rumah tua Nek Masitoh. Suasananya nyaman dan bersih. Saya berpikir rumah tersebut akan amazing kalau semisal dijadikan home stay,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, ia sempat menegaskan akan segera wujudkan wisata Kampung Bolem. Tokoh seni setempat, Aming,  menjadi penggerak paling militan . Ia yang juga keluarga besar paguyuban Putra Sanghiang Padjajaran, bersama kepala desa dan masyarakat, menjadi pelopor terdepan.

Kesungguhan para anggota paguyuban tersebut sepertinya akan segera terwujud. Hal ini seirama dengan yang disampaikan Bupati Garut. Melalui Asda 1, bupati menyebut akan mendukung penuh harapan warga Boleum.

” Pintunya sudah bupati buka, bupati sudah perintahkan agar dinas membantu program rencana pengembangan budaya dan pariwisata ini. Silahkan tinggal tempuh prosedurnya,” ungkap Asda 1, H. Mahmud, M. MPd.

Diharapkannya, cita-cita pengembangan pariwisata, budaya dan pendidikan bisa segera terwujud, khususnya di Kampung Bolem.

“Terimakasih kepada bapak bupati, wakil bupati, kapolres, dandim, danrem serta seluruh jajaran SKPD yang telah peduli kepada kami. Masyarakat di sini yang luar biasa turut membantu selama ini. Kita akan terus bersama berusaha di bawah naungan UU No.5 tahun 2017 tentang pemajuan budaya,” tutupnya. (Doni Melody)***

Editor: ER.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here