“Parenting” STP Khoiru Ummah Garut, Strategi Mendidik Anak Usia Pra Baligh

Suasana acara parenting yang digagas Sekolah Tahfids Plus Daruth Thalibin Al Ayubi Garut di aula salah satu rumah makan, kawasan Cimaragas, Kecmatan Cilawu, Kabupaten Garut, Sabtu (09/03/2019)***

garutexpress.id – Sebagai upaya menguatkan peran serta orang tua peserta didik, baru-baru ini Sekolah Tahfidz Plus Khoeru Umah (STKPU) Daruth Thalibin Al Ayubi Garut menyelenggarakan diklat (pendidikan dan pelatihan) strategi parenting (pengasuhan anak).

Parenting yang diikuti ratusan orang tua siswa ini berlangsung di salah satu rumah makan kawasan Cimaragas, Cilawu, Garut, Sabtu (09/03/2019). Dalam acara ini, panitia menghadirkan Ustadzah Yanti Yanjung yang merupakan trainer Nasional. Yanti juga dikenal  sebagai praktisi, penulis buku parenting dan ibu dari anak-anak penghapal Al Qur’an Founder Komunitas Parenting Ibu Tangguh.

Menurut Ustadzah Yanti, Anak-anak kita hari ini adalah penduduk asli dunia yang disebut dunia digital.  Kini anak-anak dikepung berbagai informasi positif dan negatif, tontonan dan tayangan yang bersiliweran dan berlimpahan dan sulit untuk disaring.

“Dunia satu sisi menjadi lebih terbuka tanpa batas-batas ruang dan waktu , sisi lain ada ruang lain yang tidak bisa dikontrol oleh orang tua. Dunia serasa personal karena HP, sosial media , internet dalam genggaman sang anak. Realitas ini bisa jadi tergabung pada orang tua yang tidak sadar akan bahasa digital pada anak dan dampak besar yang muncul dari permainan, tontonan dan tayangan,” ungkap Yanti, dalam pemaparan materinya.

“Menghadapi tantangan digital butuh sebuah kesadaran dan peran penting orang tua. Di satu sisi ayah bunda berhadapan dengan anak, di sisi lain berhadapan dengan dunia digital yang siap merampas hak-hak pendidikan anak dan siap menghancurkan kepribadian Islamnya,” katanya.

Dikatakannya, untuk  menanggulangi hal tersebut peran orang tua menjadi sangat penting. Orang tua tidak bisa menitipkan anak begitu saja kepada lembaga pemdidikan. Namun harus ada peran serta yang bersinergi dengan pihak sekolah.

Sementara itu, Umi Lesi (32) salah seorang peserta yang juga urang tua siswa di STPKU Daruth Thalibin Al Ayubi mengatakan, gelaran parenting ini sangat bermanfaat khususnya bagi orang tua siswa. Dengan mengikuti parenting ini bisa membuka wawasan luas bagaiamna mendidik anak menjadi shaleh shalehah.

“Sangat bermanfaat tentunya. Wawasan jadi terbuka, bagaimana peranan orang tua dalam mendidik anak pra baligh. Kita tentu berharap, anak kita itu disekolahkan tidak hanya untuk jadi pintar. Ada yang lebih penting, bagaimana anak kita itu bisa shaleh shalehah,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Asur Al Pasundani, salah seorang panitia sekaligus staf pengajar STPKU Daruth Tholoibin Al Ayubi yang berlamat di Jalan Raya Cipanas, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, dalam kegiatan ini peserta tidak hanya datang dari Garut. Tak sedikit yang datang dari luar Garut juga.

“Allhamdulillah, acara parenting ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.  Antusiasme peserta cukup luar biasa. Bahkan ada peserta yang datang dari Bandung dan Tasikmalaya,” ujarnya.

Ustadz Asur mengatakan, tujuan dari acara parenting ini adalah kesinergian anatara pihak sekolah dan wali murid. Parenting ini diharapkan bisa jadi jembatan terlahirnya generasi masa depan yang cerdas dan berakhlakul karimah. (ER)***

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here