Neng Ida dan Cerita Gigi Ompong

NENG Ida Ariani. petenis meja putri kebanggaan SMPN 2 Kersamanah Garut, saat menerima trofi juara I kategori pelajar SMP UKM Tenis Meja Cup 2018. (Foto : Dok. Pribadi)***

garutexpress.id – Serba-serbi cerita lucu turut mewarnai perjalanan karier Neng Ida Ariani, petenis meja putri kelahiran Garut, 03 Januari 2005.

Remaja putri siswa SMPN 2 Kersamanah tersebut mengaku sempat mengalami peristiwa gigi ompong, sebelum akhirnya sukses merebut beberapa mahkota juara turnamen tenis meja sejak tahun 2016.

Kepada garutexpress.id, Minggu ( 17/3/2019 ), pengidola artis Bunga Citra Lestari Itu membenarkan peristiwa yang sempat dialaminya tersebut.

“Iya benar sempat mengalami peristiwa lucu. Gigiku ompong satu per satu. Namun kini sudah tumbuh kembali,” ucapnya, tersipu malu.

Disampaikanya, peristiwa itu terjadi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu dirinya sudah turun mengikuti beberapa event kejuaraan pada kelas perorangan putri.

“Ceritanya waktu itu saat kelas IV. Saya terjatuh di sekolah. Kejadian itu membuat beberapa bagian gigi saya ompong. Namun gak jadi penghalang sih. Saya tetap ikut turnament membela sekolah kala itu.  Alhamdulillah tetap juara juga,” kenangnya.

Karier peraih juara liga pelajar tingkat Jawa Barat tersebut tak lepas dari campur tangan sang ayah, Nandang Sanjaya. Dari Sang Ayah lah putri kedua Ida Royani itu mewarisi seluruh bakat dan kemampuan.

Petenis meja putri yang kini tinggal di Kampung Ciboja, Desa Nanjungjaya, Kecamatan Kersamana, Kabupaten Garut, tersebut, memulai karirnya sejak tahun 2016. Pada tahun itu ia  tampil perdana dan sukses meraih juara event kompetisi tingkat pelajar SD se-Jawa Barat.

Terbaru, remaja putri berparas cantik tersebut usai membawa pulang trofi juara I pada event tingkat pelajar SMP se-Jawa Barat, UKM Tenis Meja Cup 2018.

Tak hanya Neng Ida Ariani, sang ayah, Nandang Sonjaya, kini sedang mempersiapkan putri bungsunya, Neng Rian Wijiawati, berlaga pada kompetisi tenis meja Asia Para Games di Manila Philipina tahun ini.

Tentu, prestasi karier Neng Ida tidak hanya membanggakan keluarganya. Guru dan teman-teman di sekolahnya pun begitu juga. Karena itu, Kepala SMPN 2 Kersamanah, Iwan Ridwan, S.Pd, dan guru-guru di sana senantiasa memberikan suport setiap Neng Ida mengikuti kejuaraan.

“Ya, pasti lah, kami turut bangga. Sebab, nama baik sekolah juga turut terangkat bila Neng Ida Ariani jadi juara,” ungkap Iwan Ridwan. (Donimelody)***

Editor : SMS


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here