Naufal Impikan Kolam Renang 50 Meter

Naufal Firdaus

garutexpress.id – Miskin sarana, tidak selalu identik dengan miskin prestasi. Hal tersebut  mampu dibuktikan perenang junior kelahiran Garut, 20 Agustus 2010, Naufal Firdaus. Bahkan, atlet andalan Klub Aqualux Garut ini keberadaannya semakin diperhitungkan di kancah dunia renang Jawa Barat, khususnya untuk kelompok usia SD.

Memang, selama ini Naufal biasa berlatih memanfaatkan fasilitas  kolam renang yang ada di kawasan wisata Cipanas, Garut. Selain airnya panas  – kecuali di kolam renang Hotel Augusta, ukuran panjang kolam pun sangat tidak memadai. Karena rata-rata kolam renang di sana ukuran panjangnya hanya 25 meter. Sedangkan, ukuran standar nasional panjang kolam renang prestasi sejauh 50 meter.

Akibatnya, bila ingin berlatih gaya sejauh 50 meter harus dilakukan bolak balik. Memang semakin sering melakukan teknik pembalikan, tentu semakin baik. Tetapi, ini menjadi hambatan tersendiri saat melatih speed. Padahal, dalam kejuaraan renang, waktu per sekian detik itu sangat berarti.

“Itu aja sih hambatannya. Coba kalau di sini (Garut) ada kolam renang yang panjangnya 50 meter, kan latihannya bisa lebih asyik,” celoteh Perenang Terbaik GAC Cup I 2019 ini.

Tentu, harapan putra kedua dari tiga bersaudara keluarga Edi Gunardi, SE, dan Ira Apriani ini, senada dengan yang dicitakan para atlet renang Kabupaten Garut lainnya. Karena itu, mereka menyambut gembira rencana pembangunan kolam renang berstandar nasional di Sor Ciateul yang dicanangkan Pemkab Garut. Mereka berharap, pembangunan kolam renang yang representatif untuk berlatih segera terwujud.

Namun demikian, keterbatasan sarana prasarana berlatih tersebut tidak dijadikan alasan oleh Naufal untuk tidak berprestasi. Bahkan,  siswa kelas II SDIT Al-Wasillah Musadaddiyah ini, dikenal sebagai atlet yang haus prestasi.

Naufal sendiri memulai karirnya sejak tahu 2015. Trofi jawara perdan diraih Naufal saat masih berusia enam tahun. Waktu itu, ia berhasil menjuarai event Universal Tirta Mulya Cup I tahun 2016. Gelar tersebut kemudian disandingkan dengan raihan serupa dari event Rektor UPI Cup V di tahun yang sama.

Selama ini, di bawah asuhan pelatih Uceng Jaelani, S.Pd, ia berlatih dengan fasilitas apa adanya. Meski demikian, tak lantas mengendurkan semangat bocah berprestasi pengidola Atta Halilintar tersebut.

“Saya ingin menjadi perenang kelas dunia,” ujar peraih gelar kampiun Madwave Tasik Open tersebut.

Obsesinya itu bukan tak mungkin dapat diraih. Catatan trofi mentereng yang telah dikoleksinya saat ini, jadi pembuka jalan meraih pucuk mimpi dan cita-citanya. Semua capain tersebut, kata Naufal, bisa ia raih berkat dukungan kedua orang tua, gugu-guru di sekolah, dan suport pelatih serta teman-temannya di Kulub Aqualux Garut. (Donimelody)***

Editor : SMS


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here