Meresahkan, Beberapa Anak Punk Diamankan Polisi di Malangbong

Anggota polisi dari Polsek Malangbong, menggiring dua anak punk yang dianngap meresahkan warga di sekitar ,SDN 1 Malangbong, Kabupaten Garut, Selasa (12/03/2019)/ foto: Seno/GE.***

garutexpress.id – Keberadan anak punk dinilai sejumlah warga sangat meresahkan. Kelompok anak jalanan berdandanan aneh dan kumal ini kembali disoal warga. Kali ini, sejumlah anak punk yang kerap nongkrong di kawasan Kecamatan Malangbong Garut akhirnya diamankan polisi.

Lilis (36) salah seorang warga di kawasan tersebut mengaku terganggu dengan keberadaan anak punk ini. Terlebih, gerombolan anak punk ini kerap nongkrong di sekitar SDN 1 Malangbong serta di gang menuju gedung PGRI Malangbong.

” Saya sering melihat mereka nongkrong bergerombol di depan bangunan SDN 1 Malangbong ,” ungkapnya, Selasa (12/03/2019).

Menanggapi keluhan warga, akhirnya angota Polsek Malangbong turun tangan untuk mengamankan beberapa anak punk yang kerap nongkrong di kawasan tersebut. Anggota Polsek Malangbong, Brigadir Dani Nuroni mengaku, pihaknya selalu berupaya cepat tanggap terhadap setiap persoalan masyarakat, termasuk masalah anak punk ini.

Insha Alloh bersama pasti bisa. Untuk hidup nyaman, aman dan damai semoga Alloh SWT selalu melindungi kita semua, ” tandasnya.

Sementara itu, Asep, warga sekitar yang juga seorang pedagang kaki lima berharap, keberadaan anak punk ini disikapi serius semua pihak. Bila tidak segera disikapi, kuatir banyak siswa atau pelajar yang terbawa pengaruhnya. Saya ngeri, beberapa kali saya melihat pergaulan bebas mereka,” katanya.

Diakuinya, beberapa hari kebelakang Ia melihat ada beberapa anak sekolah seragam putih biru berkerudung yang ikut bergabung dengan anak punk.

” Sebenarnya Muspika Malangbong sudah sering melakukan razia terhadap keberadaan anak anak Punk ini.  Razia gabungan itu sering dilakukan, hanya saja sepertinya anak anak punk ini mencuri-curi kesempatan,” ungkapnya.

Keprihatinan juga disampaikan Umar Hamzah , salah seorang tokoh Malangbong. Melalui grup whatshapp ia mengungkapkan rasa prihatinnya terkait keberadaan anak punk tersebut.

” Miris, prihatin melihat keberadaan anak punk ini. Masih muda, anak anak (punk) ini bicara saja tak bisa fokus . Racun narkoba sepertinya telah mengganggu otak dan sarafnya. Apa jadinya kalau anak cucu kita terjangkit virus gaya hidup bebas ala anak punk,” ( Seno)***

Editor: Doni Melody


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here