Mengenal Lebih Dekat Sosok Junaedin Basri, Ketua KPUD Garut

Junaedin Basri, M.Pd., Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut Periode 2019-2024./ foto: Syam/GE.***

garutexpress.co.id – Junaedin Basri, M.Pd lahir di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT). Aktif di kampus mengantarkannya menjadi pegiat pemantau pemilu. Lulus kuliah, ia  “mewakafkan”  dirinya sebagai pengajar di SMK sekaligus  Dosen di STAI Musaddadiyah Garut.  Puncaknya, Junaedin Basri menjadi ketua KPUD Kabupaten Garut Periode 2019-2024.

Dalam perjalanan akademisnya, setelah menyelesaikan kuliah di Jurusan Pendidikan Agama Islam di STAI Musaddadiyah Garut, Junaedin Basri melanjutkan pendidikan Magisternya di jurusan Pendidikan Universitas Galuh Ciamis, lulus pada tahun 2005. Dan saat ini Ia tengah menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Administrasi Negara di UPI Bandung.

Saat  kuliah, Junaedin Basri terlibat aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan organisasi Kepemudaan. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islah (HMI) Cabang Garut hingga menduduki jabatan Ketua Umum tahun 1998-1999. Bahkan setelah rampung kuliah tidak lama berselang Junaedin didapuk menjadi Ketua Ikatan Alumni Musaddadiyah tahun 2010 hingga sekarang.

Junaedin Basri pun selain mengajar di SMK, disamping itu ia juga bekerja sebagai Kepala Sub Unit Pelayanan tekhnis di Local Education Center (LEC) Garut pada tahun 2004-2007. Di sini, ia mengkaji berbagai persoalan pendidikan di Garut yang cukup kompleks. Selain itu, sebelumnya ia juga aktif sebagai Fasilitator di Program Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Desa (P2MPD) pada tahun 2001-2003.

Bagi dia, motto dalam pandangan hidupnya adalah “ Mengayuh kehidupan sejalan dengan kehendak Tuhan.” Motto tersebut baginya memiliki makna sebagai Komisioner KPUD Garut sudah selayaknya menjadi pelayan yang baik bagi internal dan eksternal dalam pemilu.

“Saya akan menjadikan KPUD Garut menjadi organisasi pembelajar (learning organisation). Setiap  orang dalam melakukan pekerjaan berdasarkan pada pengetahuan,” paparnya saat ditemui garutexpres.id di ruang kerjanya, Ahad  (10/3/19).

Menurutnya, cara untuk menerapkan konsep tersebut di antaranya melakukan koordinasi setiap hari senin dengan upacara. Masing-masing divisi melaksanakan rapat internal dan melakukan sinkronisasi antar bagian organisasi.

Output-nya, kinerja para penyelenggara pemilu antara komisioner dan sekretariat meningkatnya disiplin dan integritas,” pungkasnya. (Syam)***

Editor : ER.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here